Senin, 08 Agustus 2011

Hidup Itu Di Hati

Manusia hidup dari hatinya. Manusia bertempat tinggal dihatinya. Hati adalah sebuah perjalananan panjang. Manusia menyusurinya, menuju kepuasannya, kesejahteraannya, kebahagiaannya, & Tuhannya. Berbagai makhluk menghalanginya, terkadang atau seringkalo, dirinya sendirilah yang merintanginya.



Hati adalah pusat kehendak yang membuat manusia tertawa dan menangis, sedih dan gembira, suka ria atau berputus asa. Manusia mengembara dihatinya: pikiran membantunya, maka pikiran harus bekerja sekeras-kerasnya, pikiran bisa perlu berrevolusi, pikiran tak boleh tidur, pikiran harus dipacu lebih cepat dari waktu cahaya.

Hati tidak selalu mengerti persis apa yang dihendakinya. Ia hanya bisa berkiblat ke Tuhannya untuk memperoleh kejernihan dan ketepatan kemauannya.

Pikiran ikut menolongnya mendapatkan kejernihan dan ketetapan itu, tapi pikiran tidak bisa menerangkan apa-apa tentang Tuhannya. Pikiran mengabdi kepada hatinya, hati selalu bertanya kepada Tuhannya. Di hadapan Tuhan, pikiran adalah kegelapan dan kebodohan. Jika pikiran ingin mencapai Tuhannya, ia menyesuaikan diri dengan hukum dimensi hatinya. Jika tidak, pikiran akan menawarkan kerusakan, keterjebakan, dan bumerang.

Jika pikiran hanya mampu mempersembahkan benda-benda kepada hatinya, maka hati akan tercampak ke ruang hampa dan pikiran sendiri memperlebar jarak dari Tuhannya.

Badan akan lebur ke tanah. Pikiran akan lebur diruang dan waktu. Hati akan lebur di Tuhan. Jika derajat hati diturunkan ke tanah, jika tingkat pikiran bersibuk dengan bongkahan logam, maka dalam keniscayaan lebur ke Tuhan, mereka akan hanya siap menjadi onggokan kayu, yang terbakar tidak oleh cinta kasih Tuhan, melainkan oleh api.

Jika hati hanya berpedoman kepada badan, maka ia hanya akan ketakutan oleh batas usia, oleh mati, oleh kemelaratan, oleh ketidakpunyaan. Jika pikiran hanya mengurusi badan, jika pikiran tak kenal ujung maka ia akan rakus kepada alam, akan membusung dengan keangkuhan, kemudian kaget dan kecewa oleh segala yang dihasilkan. (Dari Pojok Sejarah)


Emha Ainun Nadjib



26 Maret 2009, 12:56

Minggu, 24 Juli 2011

Penggalan Lirik di atas Rel Kereta

Waktu terus berlalu, menuai usia kita
Biar dua hati bercanda, di padang yg kita bina

Bahagialah kasihku, abadilah cintaku

Biarlah dunia berlalu


It's painfully clear

There's a river of tears

Behind my eyes



Tak mudah untuk dihati, tak mudah untuk dihadapi
Saat harus mengucap: selamat tinggal


Selamat jalan kekasih...

Selamat tinggal masa lalu

Aku 'kan melangkah

Maafkanlah segala yang pernah kulakukan padamu




Cirebon Ekspres Cirebon-Jakarta, 10 Juli 2011.

Rabu, 20 Juli 2011

Lonely Loner Symphony (2)


Aku bukan siapa-siapa dan tak seharusnya merasa apa.
Satu peristiwa sejarah terlewati.
Tentang sebuah nama.
Bahagiamu... Bahagiaku pasti...
Selamat mengarungi warna-warni gelombang dunia satu kayuh berdua.
Just like i used to be,
I'm all alone...
And, life is very long...


Cirebon-Jakarta, 11 Juli 2011

Selasa, 19 Juli 2011

Lonely Loner Symphony



A Great Loner walking alone and made a journey himself
Walking through the memory lane of her
Shattering the sky
God always knows why
Life happens,
Everytime, everywhere


Paninggilan, 8 Juli 2011.


Senin, 18 Juli 2011

Masihkah Sahabat?

Sahabat itu seseorang yang tak pernah mengecewakan anda. Seseorang yang bertepuk tangan paling keras dan tak pernah menertawakan mimpi-mimpi anda. Seseorang yang mengerti anda, kadang lebih dari anda sendiri. Seseorang yang menyimpan rahasia dan selalu ada di saat-saat tersulit.*

Pertanyaan: Apakah wajar bila seorang sahabat masih menyimpan rahasia tentangnya sedang engkau sudah pasrahkan rahasiamu padanya? Apakah wajar bila memang ada rahasia dalam persahabatan?


Paninggilan, 15 Juli 2011.

* dikutip dari iklan perusahaan asuransi, Harian Kompas, 15 Juli 2011.

Jumat, 15 Juli 2011

Quote of The Day

"Hidup itu kadang tentang menghargai pilihan."

Kadang kita orang hidup ini harus bisa dan mampu menghargai pilihan, apalagi yang dipilih sendiri. Apapun konsekuensinya, pilihan harus ditetapkan. Suka atau tidak, benar atau salah, baik atau buruk sekalipun.

Memang benar hati ini masih mengharapkan dan tak ingin usai begitu saja. Benar juga hati ini masih ingin menyapa. Masa kan tiba bawa waktu tinggal harap cemas. Saya telah memilih sikap demikian. Entah hanya untuk pembenaran sepihak atau untuk mengurangi perasaan bersalah. Mungkin juga sangat tidak adil bagi seseorang. Tetapi begitulah hidup. Kadang kenyataan tidak selalu menyenangkan.

Diatas bis jemputan, Tomang. 14 Juli 2011.

Jumat, 01 Juli 2011

Kicauan Akhir Bulan

Polemik plagiasi atas Pemenang Karya Terbaik itu sudah biasa, kita harus lebih bijak dan berpikir universal-tidak parsial
7:08 PM Jun 28th


Barangkali klo Sang Kritikus baca Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara, beliau harus sadar bahwa kehidupan sastra adalah dalam pikiran
7:10 PM Jun 28th

Dengan demikian, siapa yang dapat menghentikan laju pikiran yang seperti angin?
7:11 PM Jun 28th

Sesungguhnya kritik itu baik untuk menambah wawasan bukan untuk resistensi hegemonik atas suatu pencapaian
7:18 AM Jun 30th

Kritik juga menandakan eksistensi pikiran selama kritik itu bermanfaat dan tidak kontroversial #anggigoldenways
7:19 AM Jun 30th

Biasanya si Tukang Kritik lebih bisa mengkritik orang lain, tanpa dia sadar kalau dirinya perlu dikritik duluan #anggigoldenways
30 Juni 2011 7:20:30

nah kasus plagiat kemarin saya rasa itu wajar dalam kesusasteraan kita, tanda adanya dinamika yang kadang tidak slalu menyenangkan cc: @lucktygs
30 Juni 2011 7:21:27

A Message from Email:
"Kekekekekee.....what a news! Padahal selama ini gw sebenernya menyangka (dalam hati saja tapinya) kalo tulisan si Akmal yang Ada Seseorang di Kepalaku yang Bukan Aku (2006) adalah versi lain dari novel kesayangan gw Manusia Harimau karya Eka Kurniawan (2004) ....ooooops :))) "
Tuesday, Jun 28, 2011 10:47 pm

So, make sure sebelum ngasih kritik, apakah karya anda juga pernah mengadaptasi gaya/karya penulis lain? #anggigoldenways
30 Juni 2011 7:24:51

Kalau ternyata anda lebih dulu melakukan itu, anda termasuk orang yangberuntung: tidak ada kritik atas karya anda! #anggigoldenways
30 Juni 2011 7:25:45

Dear all, itu hanya secuil unek-unek aja: ngaca dulu baru kasih kritik (dan ingat) bukan atas dasar resistensi hegemonik #anggigoldenways
30 Juni 2011 7:28:05

RT @agus_noor: Dalam sastra ada istilah "pastiche" dalam sastra: meminjam dan mengolah karya-karya yg sudah ada sebelumnya; menafsir, atau mengolahnya kembali

RT @agus_noor: Banyak karya dlm semangat "post modernisme" mencoba memakai gaya "pastiche" itu. meminjam, meledek, memain-mainkan, karya yang sudah ada.

RT @agus_noor: RT @Richard0h: Pada akhirnya, seorang seniman tulen hampir tidak masuk akal menjiplak dan melepaskan jiplakannya secara gamplang.
about 10 hours ago


Medan Merdeka Barat, 1 Juli 2011.

* diedit seperlunya supaya lebih enak dibaca

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...