Tampilkan postingan dengan label flight incident. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label flight incident. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Mei 2011

Something in the Sky


ATC (Lady) : Sir, can i turn you on 8 miles?
Pilot : You can try, Madam.




Medan Merdeka Barat, 31 Mei 2011.

Minggu, 14 September 2008

Ada Lagi Yang Jatuh - Catatan Seorang Reporter

Siang ini aku mengantuk sekali. Memang, tadi malam aku tidur terlambat dari biasanya. Bukan karena deadline untuk headline koran terbitan besok. Aku masih berkutat untuk menyelesaikan teks dan beberapa kumpulan catatan dari reportase tadi siang. Ingin sekali aku bekerja tanpa seorang pun yang mengganggu. Tapi, kalau bukan karena seorang perempuan yang memintaku untuk sekedar menemaninya ngobrol tentu aku belum tentu mau. Perempuan itu kini telah meninggalkan kotanya. Kini dia berada di ibukota sana lengkap dengan segala impian kosmopolitan.

Banyak sekali yang kita bicarakan. Aku tahu dia sedang membutuhkan teman untuk sekedar sharing. Mungkin karena beban kerjanya yang sedikit mulai mengendur karena malam ini adalah malamnya kaum pekerja. Malam minggu. Karena esok harinya dia tidak akan berpuasa, dan akan bangun siang. Ya, aku kira memang tidak berlebihan bila semua orang memang butuh untuk berbagi. Berbagi beban, berbagi cerita, berbagi keluhan, berbagi suami*), atau bahkan berbagi istri. Semuanya bisa terjadi begitu saja di dunia yang kadang-kadang menampakkan kepalsuannya. Aku terkejut karena dia tiba-tiba memintaku untuk jadi teman ngobrolnya. Sebenarnya, aku sudah mengantuk tapi kejutan yang dibuat Sebastian Vettel di Monza Italia dengan menjadi pole position untuk balapan hari ini membuat mataku terbuka kembali.

Hanya dengan mobil F1 biasa kelas medioker yang dipersenjatai mesin Ferrari yang juga sama dengan mesinnya Raikkonen ditambah sedikit keberuntungan karena hujan yang terus menurus membasahi jalanan sirkuit membuat banyak pembalap sedikit tak bernyali. Ini baru kejutan. Sepengetahuanku, kejutan di Formula 1 kini mulai langka sejak F1 kehilangan penontonnya karena didominasi terus oleh Michael Schumacher. Kini, setelah si penunggang kuda merah itu pensiun rasanya F1 masih layak ditonton untuk sebuah kejutan. Well, let's see what happened next.

Aku mengantuk sekali sampai datang sebuah laporan.

14/09/2008, 13.43
Boeing 737 Meledak di Rusia

Pesawat Boeing 737 mengalami kecelakaan di dekat kota Perm, Rusia. 88 orang tewas seketika. Pesawat itu jatuh dan meledak di pegunungan Ural**).

Ada lagi yang jatuh rupanya. Masih dengan pesawat yang juga sering jatuh di negeri ini. Boeing 737. Memang tidak terlalu spesifik, apakah tipe 737-200, 300, atau 900ER seperti yang dipakai Lion Air. Ini berarti aku harus membuat sebuah reportase berita. Dengan pekerjaanku yang sekarang aku harus biasa bekerja secara mandiri. Dimanapun aku menerima laporan seperti ini aku harus segera membuat beritanya.

Aku juga masih belum tahu, apa aku harus segera terbang ke Rusia sana untuk membuat reportase selengkap-lengkapnya atau hanya berselancar menjelajahi setiap situs berita, atau malah melakukan korespondensi dengan agen-agen yang disebar ke Eropa sana. Apa pun yang akan kulakukan biar aku saja yang menentukannya segera setelah menulis catatan ini.


Bukit Pakar Timur, 14 September 2008, 16.41


*) judul sebuah film Indonesia, "Berbagi Suami"
**) berita diakses dari www.detik.com, 14 September 2008, 15.32
http://foto.detik.com/readfoto/2008/09/14/134337/1005839/157/1/boeing-737-meledak-di-rusia

Kamis, 28 Agustus 2008

Ada Lagi Yang Jatuh - Catatan Seorang Pilot

bangka pos


Satu hari dalam hidupku aku bisa tertawa lepas. Tertawa bukan karena sesuatu yang lucu. Tetapi karena peristiwa yang bodoh. Sore itu aku hanya diam di rumah dan membuka gablegzone.com, situs news & entertainment milik rekanan Selendang Corporation, ScarfMedia. Aku tertawa karena news update hari ini dipenuhi dengan headline yang seperti ini: 1) Sriwijaya Air yang Tergelincir Sudah Berusia Tua (Pesawat tua kok masih dipake, terus jatuh nyalahin umur, Aneh), 2) Gerimis, Sriwijaya Air Tergelincir di Jambi (Cuaca ikut disalahin! Aneh), 3) Pesawat Sriwijaya Tergelincir karena Rem Rusak (Nyalahin mekanik? Aneh). Aneh. Ada banyak sesuatu yang aneh.

Setelah dibaca, ternyata memang beritanya tidak cukup komprehensif, namun itulah sifat media sekarang apa lagi untuk media online dimana ketepatan dan kecepatan wartawan dalam menulis memang dituntut. Aku hanya tertawa, namun kemudian cukup tersenyum-senyum saja sendirian berteman segelas kopi aceh, biskuit, dan mantapnya Garfit. Aku membayangkan bahwa tidak hanya aku saja yang tertawa, tetapi juga para Bapak-bapak yang terhormat yang berada di Uni Eropa terutama itu tuh si Presiden Komisi Eropa, Jose Manuel Barroso. Aku seakan-akan bisa mendengar tawa dan obrolan mereka yang membahana di ruangan kerja mereka masing-masing dan saling mengirim pesan melalui YM.

***

presiden : lihat tuh pesawat indonesia jatuh lagi.. ha ha ha

wapres : iya tuh masih sering jatuh, minta larangan dicabut,

presiden : iya, mana SBY sampe ngajak ketemuan di Istananya, udah liat beritanya? baca aja disini: http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2007/11/23/brk,20071123-112176,id.html

wapres : belum tuh, saya baca sekarang

ketua komisi transportasi eropa : pak presiden komisi, lihat 737 kissing the sawah lagi hwahahahaha

presiden : hahaha ini lagi dibahas juga

ketua komisi transportasi eropa : saya tambah lagi saja banned time nya ya ;)

presiden : setuju :-D

wapres : silakan, biar kapok sekalian, udah tau pesawat tua, masih dipake, punya Boeing pula, beli Airbus donk

ketua komisi transportasi eropa : iyah, biar kita nggak jadi PHK karyawan kaya Indonesian Aerospace a.k.a PT.DI itu, btw situ kenal menteri perhubungan Indonesia itu?

wapres : kenal deket sih nggak, cuma trek rekord nya saya tau

presiden : iyah, dia kan mantan direktur utamanya PT.DI yang lengser gara-gara didemo semua karyawannya

ketua komisi transportasi eropa : oh ya,?

wapres : emang bener Bos, kita udah ngintelin dia dari dulu, eh sekarang jadi menteri, apa kita mau percaya sama dia?

presiden : mimpin perusahaan aja didemo semua karyawannya, lha kok dipercaya mimpin departemen?

presiden : kalo ada yang jatuh selalu aja nyalahin cuaca, nggak mikir apa pilotnya yang salah

ketua komisi transportasi eropa : iyah, itu mahh pilotnya yang salah, kelebihan, nggak bisa liat titik tolak untuk landing, ya pasti mbreset gitu kan...

wapres : ho oh

presiden : iyah, pilotnya juga geblek, terus nyalahin pesawat tua, pesawat spain air yang kemaren kobong di madrid juga pesawat tua kan? tapi itu murni accident. at least, di eropa kita percaya deh maintenancenya, di indonesia? ntar dulu deh, eh diberita yang di geblegzone.com mereka nyalahin rem pula, emang landing ngerem ya, kalo gitumah remnya ngelock terus mbreset ya wajar toh...

ketua komisi transportasi eropa : lho.. pak presiden sudah diceritain sama si eks mekanik adam air itu toh?

presiden : sudah

*****

Kira-kira begitulah yang mereka bicarakan. Mereka bisa dengan puas melihat berita itu. Bahkan, salah satu dari mereka mungkin sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk memperpanjang larangan terbang ke sana, ke Eropa. Harusnya aku ikut berduka, karena Selendang Air juga berbendera Indonesia dengan kode PK, yang tentu kena imbas larangan itu. Tapi, aku tidak ikut pusing. Aku sudah pernah melewati hadangan barikade Uni Eropa dengan pesawat yang kurang lebih sama dan tidak terjadi apa-apa dengan pesawatku. Aku masih bisa selamat. Buktinya kini aku masih bisa menulis catatan ini sambil menunggu Boeing 777-228ER yang baru itu selesai di maintenance di GMF.

Aku belum tahu bagaimana reaksi Selendang Merah bila membaca berita ini. Aku kira itu tidak penting. Tapi sebagai pemimpin perusahaan bolehlah dia berpikir sekali-kali tentang keselamatan penerbangan maskapainya. Hari ini hujan turun deras sekali, apakah sederas dengan yang kemarin turun di Jambi? Aku tidak tahu. Bukan urusanku. Sekarang aku hanya ingin duduk santai menikmati hujan,masih dengan kopi yang mengepul sambil menamatkan buku itu, "Negeri Kabut".


Bukit Pakar Timur 100, 28 Agustus 2008, 13.16


NB: Tadinya judul tulisan ini Ksatria dan Pesawat Jatuh, nah siapa ksatrianya?
*) Gambar diambil dari okezone.com courtesy of Bangka Pos

Selasa, 05 Agustus 2008

Rekaman Black Box

Sebelum saya menulis cerita ini saya terlebih dahulu membuka halaman Drs. Google, untuk mencari isu yang lagi hangat di dunia penerbangan indonesia saat ini. Tidak salah lagi, rekaman adam air flight 574 sedang menjadi isu perbincangan.

Saya tidak ingin berkomentar tentang bagaimana pesawat Adam Air dimaintenance oleh para mekanik dan teknisi lulusan PT.DI, tapi justru pada black box yang konon mirip dengan PS2 (warnanya doank kali...)

Black box dalam setiap pesawat terutama Boeing, membutuhkan waktu yang lama untuk dianalisa. Tapi ternyata setelah dianalisa kok malah bocor ke publlik. Seharusnya, isi dari black box apapun itu tetap menjadi top secret pihak-pihak yang terkait (airline, KNKT, Dephub) tapi mengapa bisa tersebar ke Publik? Ini mengindikasikan adanya ketidakberesan dalam penyelesaian suatu kasus. Buat saya ini merupakan hal yang wajar terjadi. Jangankan kasus ini, BIN (CIA-nya Indonesia) kalau mau menangkap suspected terrorists pasti teriak-teriak sampai ke media massa ngumumin kalo targetnya ada di mana, ya jelas saja terorisnya lari duluan. Intel kok teriak Intel.

Masih banyak unek-unek saya untuk kasus Adam Air, mungkin saya sampaikan lain kali saja. Jangan lupa jalan-jalan ke youtube.com untuk lihat si Ngadam Air ini. Atau kalau mau liat monumennya, datang saja ke Bandara Husein Sastranegara di Bandung, ada dua monumen Adam Air disana menggantikan 2 monumen Bouraq yang kini entah dimana.

*Catatan seorang yang mimpi pergi ke Spanyol buat nonton Real Madrid-tapi nggak naik airline Indonesia, kan di banned di Uni Eropa

Bukit Pakar Timur 100, Bandung, 5 Agustus 2008, 11:13

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...