Tampilkan postingan dengan label papercraft. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label papercraft. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juni 2016

PZL Wilga Papercraft


Sepintas, pesawat latih ini terlihat biasa saja. PZL Wilga yang pernah dimiliki oleh TNI-AU ini memang tergolong pesawat tua. Diproduksi pada rentang tahun 1962 hingga 2006. Pesawat ini biasa digunakan sebagai pesawat latih, parachute jumping exercise, dan glider-towing. Walaupun demikian, pesawat ini unik dan mampu menghidupkan kembali obsesi saya terhadap pesawat terbang bermesin tunggal.

Saya terkesan pada desain model kertas pesawat ini. Untuk fuselage saja, model pesawat ini punya 4 bagian yang masing-masing punya kesulitan tersendiri. Entah itu ketika merakit single part maupun line assembly. 


Bagian paling sulit dari Wilga adalah bagian main wing dan tail wing. Saya tidak mengikuti pola bentuk sayap yang digunakan dalam desain. Modifikasi pun akhirnya dilakukan dengan membuat pola airfoil untuk sayap. 

Saya juga mengalami kesulitan dengan landing gear parts. Demi membuat pesawat ini tetap bisa tegak, saya tetap menggunakan pola desain model dengan mengurangi beberapa bagian dari seharusnya. Alhasil, fixed landing gear Wilga rakitan saya tidak sama dengan Wilga yang seharusnya. Wilga buatan saya lebih mirip dengan desain Wilga versi awal dimana belum menggunakan fixed landing gear yang menekuk.


Khusus untuk bagian propeller, saya menggunakan propeller 3 bilah dari mainan pesawat berbahan styrofoam yang biasa didapatkan di warung-warung. Propeller model ini cocok dipadankan dengan Wilga yang berskala 1:40 ini. Dimensi propeller fit untuk perbandingan badan Wilga yang memang besar.


Material yang digunakan masih kertas karton eks amplop. Saya harus akui bahwa kertas karton yang mirip material kotak nasi ini memang mudah dibentuk. Karton semacam ini punya struktur yang lentur dan kuat sehingga saya sarankan untuk digunakan dalam merakit model yang membutuhkan kekuatan struktur. 

Dari sisi waktu pengerjaan, model Wilga ini membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam. Saya sendiri menghabiskan waktu dua hari, masing-masing 2 jam untuk menyelesaikan perakitan model pesawat buatan negerinya Lewandowski ini.

Material       : Kertas Karton eks amplop
Kesulitan    : 3/5
Sumber       : www.paper-replika.com

Cipayung, 16 Juni 2016.

Rabu, 29 Juni 2016

HMCS Kingston MCDV Papercraft



Dari sekian paper model kapal laut, saya jatuh cinta dengan kapal bernomor lambung 700 ini. Sepertinya, model ini cocok sebagai Seacarrier untuk dua unit Ingram saya. HMCS Kingston ini terdiri dari 12 unit dan dioperasikan oleh Angkatan Laut Kerajaan Canada. Proyek pembangunan kapal ini sendiri dinamai Maritime Coastal Defence Vessel (MCDV) Project. Misi utama kapal kelas Kingston ini adalah surveillance area pantai dan training. 


Ada dua versi model dari unduhan MCDV ini. Simple version adalah versi model yang paling mudah dirakit dan minim aksesoris tambahan. Satu model lagi adalah complex version dengan aksesoris yang menyerupai aslinya. Seperti tiang-tiang menara, gun turrette, dan crane. Saya sendiri lebih memilih versi simple karena lebih mudah dirakit. Selain itu, aksesoris tambahan bisa dibuat belakangan.



Saya kembali menggunakan material kertas karton eks amplop UPS. Saya menghabiskan 4 lembar karton untuk bagian model kapal, ditambah satu lembar halaman pengantar bagian depan. Asumsi saya, model kapal ini resmi dirilis oleh Royal Canadian Navy sendiri.

Secara keseluruhan, saya menghabiskan waktu satu jam untuk menyelesaikan model ini. Perakitan badan kapal perlu perhatian khusus, karena apabila satu bagian fuselage tidak firm maka akan merembet ke bagian belakang. Setelah model kapal ini jadi, saya tidak lantas mengolesi bagian dasar kapal dengan lapisan anti bocor. Saya cukup sadar untuk tidak melakukan wet test pada model MCDV ini.

Material    : Kertas Karton eks amplop
Kesulitan   : 3/5
Sumber      : www.papercraftsquare.com

Cipayung, 4 Juni 2016.

Japan Coast Guard Ship Papercraft


Setelah merasa ‘PD’ dengan keberhasilan Seacraft #1: Patlabor Seacarrier, saya mulai browsing dan mengunduh beberapa model kapal laut. Dari hasil penelusuran, tibalah saya di www.papercraftsquare.com dan segera mengetik ‘ship’ di kolom pencarian. Ada beberapa model kapal yang membuat saya tertarik. 

Sebelum saya membuat model kapal-kapal itu, saya ingin mencoba membuat kapal  yang sederhana. Pilihan pertama saya jatuh pada model PLH 01 Soya, 1 dari 4 dari paket Japan Coast Guard Ship. Model ini terhitung cukup sederhana dan tambahan detail bisa dimodifikasi sesuai keinginan pemodel.


Kali ini, saya menggunakan material concorde paper 100 gsm. Memang terhitung tipis, namun ini baru model percobaan sebelum saya lanjut mengerjakan model kapal laut lainnya. Lagipula, dengan kertas yang tipis skala kapal yang sangat kecil lumayan membantu dalam membentuk lipatan-lipatan.

Well, waktu pengerjaan model ini tidak terlalu lama, sekitar 30-40 menit. Barangkali, dengan sedikit tambahan detail, waktu pengerjaan akan bertambah. Kapal berukuran jadi 24 cm x 3,3 cm ini resmi sudah jadi penghias meja kerja.

Material    : Kertas Concorde 100 gsm
Kesulitan  : 1/5
Sumber     : www.papercraftsquare.com
Cipayung, 1 Juni 2016.

Cessna 172 Seaplane Papercraft


Berawal dari kebiasaan baru untuk hunting paper model terbaru di www.papercraftsquare.com, saya menemukan model pesawat Cessna 172 Seaplane ini. Ini adalah tantangan yang baru bagi pemodel amatir macam saya. Cessna 172 ini tidak menggunakan fixed landing gear dan wheels, namun menggunakan semacam floating devices sebagai pengganti landing gear. Uniknya, paper model ini adalah hasil kreasi modeler Indonesia, Julius Perdana, aktivis www.paper-replika.com. Padahal, pesawat model floatplane ini populasinya terhitung jarang di Indonesia.


Untuk merakit model ini saya menggunakan kertas karton bekas amplop UPS (United Parcel Service). Kertas karton ini saya tidak tahu spesifikasi beratnya, namun cukup kuat dan lentur untuk membentuk fuselage pesawat. Selain itu, karton ini saya dapat dengan mudah setiap menerima paket dokumen teknis dari beberapa pabrik pesawat di luar negeri. Semangat go-green!

Saya tidak mengalami kesulitan berarti dalam melakukan cutting dan folding. Hanya saja, karena salah persepsi, bagian upper cockpit tidak sesuai dengan template. Fuselage Cessna ini saya buat terlalu langsing. Sehingga, saya harus melakukan modifikasi pada upper cockpit tempat dimana wing ikut menempel. Beruntung, dengan sedikit modifikasi saya berhasil menambah bagian krusial tersebut.


Sebagai ganti penahan sayap, saya menggunakan tusuk gigi yang diwarnai hitam. Selain itu, bagian kaki-kaki yang menempel pada floating gearss menggunakan tusuk gigi juga. Kesulitan lain yaitu menyeimbangkan berat pesawat setelah floating gears dipasang. Lem yang tidak langsung kering pun menambah masa penantian. Saya pun menambah lem serbaguna untuk memperkuat kaki-kaki dan mempercepat pengeringan. 

Untuk mengetes kekuatan kaki-kaki, saya memajang pesawat dalam posisi tergantung pada gantungan. Saya mencoba kekuatan efek gravitasi pada floating gears. Alhamdulillah. Test selama 24 jam berhasil, kaki-kaki masih menempel dan semakin kuat dengan keringnya lem. Cessna 172 Seaplane siap menjalani wet test, itu pun kalau saya tidak lupa mengolesi floating gears dengan pelapis anti bocor.

Material     : Kertas karton, lem serbaguna, gunting, cutter
Kesulitan    : 3/5
Sumber      : www.papercraftsquare.com ; www.paper-replika.com

Cipayung, 23 Juni 2016.

Selasa, 24 Mei 2016

Seacraft #1: SV2 Sea Carrier

Terinspirasi dari satu scene di serial Patlabor di episode 34 ketika Divisi 2 menyergap Griffon dan Triple S dan mereka harus menyeberang menggunakan sebuah kapal motor, saya kembali ke hobi lama yang sempat saya tinggalkan. Papercraft modeling. Entah, hobi akan saya tinggalkan sampai kapan bila saya tidak kembali membuat model kertas ini. 

Courtesy: Kido Keisatsu's Youtube Channel

Sebenarnya, ide ini mulai muncul ketika Ingram 2 datang, dimana akhirnya saya bisa memasangkan Ingram 1 dengan rifle yang ada di paket Ingram 2. Mirip dengan situasi Ingram 1 yang pertama kalinya dibekali rifle pada saat penyergapan Griffon. Hanya saja, ide itu terlintas kembali di satu hari yang lowong luar biasa.

Desain Awal SV2 Sea Carrier

Sebelum membuat model kapal laut pertama saya ini, saya membaca berita di Kaskus mengenai produk kapal perang PT. PAL yang dikirim ke Filipina. Tiba-tiba saya merasa yakin bisa membuat paper model kapal laut, walaupun hanya bagian haluan depannya saja. Esok paginya, baru saya mulai membuat pola dasar dengan pensil dan penggaris menggunakan kertas dari map yang sudah tidak terpakai. Saya juga mulai browsing untuk melihat pola (pattern) dari model kertas untuk kapal laut sejenis frigate. 

Pattern Modeling
Hasilnya? Lumayan. Potongan pertama untuk bagian alas kapal berhasil dibuat. Saya tambah lapisan bagian samping untuk melihat apakah pola model kapal buatan saya ini setidaknya bisa membuat kapal ini mengapung. Selanjutnya, saya membuat pola landasan untuk bagian badan kapal ditambah ruang kendali. Bagian buritan belakang sengaja saya buka sebagai landasan untuk Ingram atau kendaraan lainnya.

Unfinished SV2 Sea Carrier

SV2 Sea Carrier Unpainted & Unarmed
Model kapal laut ini dibuat tidak mengikuti pattern dari model yang sudah ada. Model carrier ini dibuat berdasarkan perhitungan dadakan as build, not as designed. Anyway, this is my first unscaled and unmodeled papercraft. I enjoyed my time with this model. I’m glad to having and build this special vehicle.

 
Medan Merdeka Barat, 17 Mei 2016.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...