![]() |
| Sumber gambar: caknun.com |
Penggalan artikel “Matriks-Lima dan Asas Maslahat-Mudarat” dalam buku ‘Tuhan Pun “Berpuasa”’, Emha Ainun Nadjib, Gramedia Pustaka Utama, 2012.
![]() |
| Sumber gambar: caknun.com |
![]() |
| Sumber gambar: caknun.com |
![]() |
| Cak Nun memimpin doa di #MaiyahJombang. Courtesy: @maiyahan |
![]() |
| Cak Nun memimpin forum Bangbang Wetan. courtesy: @caknundotcom |
"Jangan terlalu sering mengumbar doa di Twitter, karena sesungguhnya Gusti Allah benci kepada tweeps yang riya' dan suka pamer" (Khotbah Minggu 1)
"Jikalau kau berdoa untuk orang lain, sertakanlah namanya dalam doa-mu, janganlah memakai hashtag #nomention lagi." (Khotbah Minggu 3)
"Bahwa sesungguhnya menghargai Tuhan-mu jauh lebih penting daripada memberhalakan agamamu" (Khotbah Minggu 3)
Kalau lampumu tak bersumbu dan tak berminyak, jangan bayangkan api.
Kalau gelasmu retak, jangan mimpi menuangkan minuman.
Kalau mentalmu rapuh, jangan rindukan rasukan tenaga dalam.
Kalau kaca jiwamu masih kumuh oleh kotoran-kotoran dunia, jangan minta cahaya akan memancarkan dengan jernih atasmu.
Jadi, bertapalah dengan puasamu, bersunyilah dengan i’tikafmu, mengendaplah dengan lapar dan hausmu. Membeninglah dengan rukuk dan sujudmu. Puasa mengantarkanmu menjauh dari kefanaan dunia, sehingga engkau mendekat ke alam spiritualitas. Puasa menanggalkan barang-barang pemberat pundak, nafsu-nafsu pengotor hati, serta pemilikan-pemilikan penjerat kaki kesorgaanmu.
Emha Ainun Nadjib, 2 September 2010.
Dikutip dari Official Website Kenduri Cinta