Tampilkan postingan dengan label celine dion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label celine dion. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 November 2012

The Best of Celine Dion & David Foster

Setelah puas menghibur diri dengan lagu-lagu keroncong bertema perjuangan. Kemudian, ada sedikit rasa "penyesalan" karena tidak bisa nonton konser David Foster and Friends 2012, 9 November kemarin. Padahal, untuk konser tahun ini tidak lagi diselenggarakan di Pacific Place, yang notabene agak sedikit high-class, tidak cocok buat saya yang rada ngampung ini. Pun, harga tiket kelas festival dipatok sebesar Rp. 800.000,-. Termurah dari konser David Foster sebelumnya. Entah, ada hubungannya dengan venue di MEIS Ancol atau tidak. Yang jelas, saya tidak bisa nonton. Saya masih terjebak dalam pesona Kota Hujan (alibi untuk tidak menyebutkan sedang dapat tugas disana :( ). Titik. 

Rasa penasaran itu semakin menjadi ketika sedang bertugas di Balikpapan. Kala mendengar iklan dari satu stasiun radio di Balikpapan yang menyebutkan bahwa Michael Learns To Rock akan menggelar konser disana, 29 November nanti. Mereka datang ke Indonesia dalam rangka tur tiga kota. Balikpapan, Yogyakarta, dan Surabaya. Tumben mereka nggak mampir ke Jakarta, are you sure guys?

Well, here i am. Listening to the best 17 songs from Celine Dion, in collaboration with David Foster. Album ini adalah album terbaru dari Celine Dion. Album yang berisi 17 lagu terbaik hasil kerjasama Celine Dion dengan The Hitman, David Foster. Album ini dirilis di Indonesia sebagai compliment untuk konser David Foster and Friends 2012 di Jakarta.


Beberapa lagu hits dalam album ini adalah 'The Power of Love','All By Myself', 'When I Fall in Love', 'Because You Loved Me' , "To Love You More', 'I Hate You (Then I Love You)'. Ikut bernyanyi dalam album ini adalah Clive Griffin, Andrea Bocelli, Barbra Streisand, Frank Sinatra, Luciano Pavarotti, dan Elvis Presley. Termasuk Taro Hakase yang bermain violin dalam lagu 'To Love You More'.

Sejarah kolaborasi mereka berdua dimulai pada tahun 1989. David Foster, dalam cover album ini menulis:

"There are very few moments in life when you encounter pure magic moments that can never be forgotten. One of these moments happened in 1989 in a tent in Quebec, Canada. Standing before me was a lovely young girl with a singing voice that pierced your heart like a dagger. I knew, right then and there, that u was listening to one of the greatest voices of our generation, of my generation... It was the phenomenal Celine Dion.

Through the years of working together, Celine blessed me with the opportunity to work with an artist who was always so passionate and always wanting to take it to the next level. She has handled her professional and personal life with grace, dignity, and class. Any young singer should take a page out of her book and follow it to the letter. She exemplifies the perfect career."



Mengenai rekan kolaborasinya ini, Celine menulis:

"I've always said that I've been so fortunate to be surrounded by the most talented people who bring out the best in me. Without question, David is on the top of this list. He's a genius. He's passionate about his work and he's a perfectionist in a very positive way...meaning he won't settle for second-best. He knows what he wants to hear, and knows how to get the result. He's always pushed me to my limits in the studio, and I'm glad that he did. Throughout our journey, we've had a lot of fun..a lot of laughs, and he's been a big supporter of my career, whether it's producing or writing songs, or introducing me to so many great artists along the way."


Dengan demikian, album ini bukan hanya hasil kolaborasi dan kerja bersama antara dua orang musisi semata. Album ini menjadi semacam tonggak penanda bagi kesuksesan kolaborasi Celine Dion dan David Foster, yang tertuang dalam lagu-lagu didalamnya. Entah itu peran David Foster sebagai arranger, produser, atau pencipta lagu. Celine Dion telah menggoreskan namanya dalam Hall of Fame David Foster. Maksudnya, penyanyi yang menggenggam kesuksesan berkat binaan dari sang Midas, David Foster. Menarik untuk mengetahui kiprah kolaborasi selanjutnya dari keduanya dalam 23 tahun usia kerjasama mereka.


Album ini cocok didengarkan dalam suasana santai. Sabtu pagi atau Minggu pagi yang santai. Sambil menghirup aroma pagi dan bau tanah sisa hujan semalam. Ataupun, malam hari saat menjelang istirahat panjang. Mungkin sambil membagi kenangan bersama pasangan atau refleksi tentang keseharian yang menjenuhkan. Anyway, selamat menikmati.

Catatan Seorang Kolumnis Dadakan

Saya membayangkan kolaborasi antara Celine Dion dan David Foster ini akan terjadi juga pada Charice. You know her right? Charice, penyanyi muda bertalenta dari Filipina. Dua kali datang ke Indonesia, tahun 2010 dan 2011, Charice ikut bernyanyi bersama di panggung Pacific Place Ballroom. Charice ini sempat mengingatkan saya pada kolaborasi Yovie Widianto dengan Alika dan Angel Pieters. 

Pada beberapa konser sebelumnya di Amerika, Charice didaulat untuk menyanyikan beberapa hits yang diproduseri David Foster. Diantaranya adalah "I Will Always Love You", OST The Bodyguard yang dinyanyikan oleh Whitney Houston, dan "I Have Nothing" yang juga dinyanyikan mendiang Whitney Houston. Kesempatan untuk Charice semakin terbuka lebar kala dunia telah mengenang sosok Whitney Houston. Karakter vokal Charice pada dua lagu Whitney tersebut sudah bisa dibilang menyamai karakter vokal Whitney Houston.


Saya masih ingat pada tahun 2008, Charice berkesempatan untuk bertemu dengan penyanyi favoritnya, Celine Dion. Momen itu sempat ditayangkan pada acara Oprah. Waktu itu, Charice sepanggung bernyanyi dengan pujannya itu. Mereka bersama menyanyikan lagu "Because You Loved Me" yang khusus ditujukan Charice untuk ibunya.

Dunia tentu masih berharap bahwa akan semakin banyak talenta muda yang bersinar, dengan atau tanpa binaan seorang maestro sekalipun. Tercatat, selain Charice, David Foster pun menjadi seorang tutor bagi penyanyi muda lainnya, Jackie Evancho. Ada ciri khas tersendiri dari penyanyi yang pernah bekerjasama dengan David Foster. Selain hits mereka semakin dikenal, kualitas performance mereka juga tak lantas menurun, bahkan semakin baik.

Kembali ke album ini. Album kolaborasi ini menjadi penanda bagi kebersamaan Celine Dion dan David Foster dalam 23 tahun perjalanan karir musik mereka. Musik mereka akan terus dimainkan dan dikenang. Atas nama cinta, kebersamaan, dan kebahagiaan. That's how music should make you feel.

Album's Tracklist:

01. The Power Of Love
02. All By Myself
03. When I Fall In Love (Duet With Clive Griffin)
04. The Colour Of My Love
05. What A Wonderful World
06. Because You Loved Me
07. The Prayer (Duet With Andrea Bocelli)
08. To Love You More (Feat. Taro Hakase)
09. Tell Him (Duet With Barbra Streisand)
10. All The Way (Duet With Frank Sinatra)
11. I Surrender
12. The First Time Ever I Saw Your Face
13. If I Could
14. I Hate You Then I Love You (Duet With Luciano Pavarotti)
15. The Power Of The Dream
16. If I Can Dream (Duet With Elvis Presley)
17. (You Make Me Feel Like) A Natural Woman

Artists          : Celine Dion and David Foster
Album Title   : The Best of Celine Dion and David Foster
Publisher      : Sony Music Entertainment (Canada) Inc.
Year             : 2012


Pharmindo, 16 November 2012.

Rabu, 24 September 2008

If It's Really Coming Back To Me Now...

Pada suatu hari yang biasa, aku mendengar sebuah lagu. Lagu yang sering kudengar tapi aku belum tahu siapa penyanyinya. Akan aku tuliskan juga liriknya setelah engkau mau membaca cerita dalam tulisanku ini.

Aku jalani hari-hariku yang terakhir ini dengan perasaan yang biasa. Sangat biasa. Aku hanya jalani saja dan tak berharap lebih apalagi berharap datangnya suatu kejutan. Aku tidak memikirkan itu. Tidak juga farewell party yang menjadi ritual wajib bagi mereka yang akan pergi.

Aku masih mengerjakan semua yang biasa kukerjakan sampai akhirnya aku mendengar lagu ini. Aku ucapkan terima kasih kepada Drs. Google karena akhirnya bisa membantu untuk menemukan siapa penyanyinya. Ternyata Celine Dion, It’s All Coming Back To Me Now.

Semuanya kini kembali kepadaku. Setelah apa yang telah aku selesaikan kemarin. Semuanya telah terjadi untuk beberapa atau bahkan tanpa alasan sekalipun. Tidak ada yang tahu juga pastinya kenapa aku menolak sebuah tawaran yang bisa dibilang juga sebuah kesempatan. Aku sedang tidak ingin membicarakan itu.

Aku ingin bercerita padamu tentang bagaimana perasaanku dengan lagu ini. Dari yang biasa saja kini aku mulai merasa. Merasa semua mulai menjauh. Semua. Bahkan dirimu juga yang entah dimana membaca tulisan ini dan juga entah bersama siapa, aku tidak peduli.

Semua menjauh. Apa ini terjadi karena aku yang membuat jarak padanya? Tidak juga. Apa aku tidak mempunyai ruang dan akhirnya menjadi tidak berarti. Tidak berarti sama sekali. Dan karena itu pula aku mengambil jarak hingga semuanya menjauh?

Jauh dan dekat. Aku rasa perbedaan keduanya sangat dekat. Saking dekatnya malah sangat tipis. Hanya karena ada perasaan saja. Perasaan yang juga kadang menipu. Dimanakah perbedaan keduanya? Adakah batas yang pasti diantara keduanya? Entah kenapa aku menjadi seperti ini. Mungkin aku sedang terbawa perasaanku. Aku khawatir perasaan macam ini pula yang akhirnya akan menipuku.

Aku tuliskan cerita ini pada suatu hari yang biasa. Pada suatu hari yang panas. Pada suatu hari dimana ribuan impian terhampar di kampung halaman. Beberapa teman dan sahabatku telah kembali ke tanah kelahirannya. Kembali pada pelukan ibunda walau sebagian hanya memeluk beliau lewat untaian do’a di atas pusaranya.

Pada suatu hari menjelang akhir Ramadhan ini semuanya terbiasa dengan sesuatu yang juga biasa. Kue Lebaran. Baju baru. Sepatu baru. Mukena baru. Kerudung baru. Aku tidak akan menyebutnya lagi karena tidak ada yang benar-benar baru dalam hidupku yang sekarang ini. Tidak ada juga yang benar-benar baru dari dunia ini karena dunia ini sudah lelah dan bertambah tua.

Benar, tidak ada yang baru dalam hidupku ini. Apalagi yang mau kau tahu? Aku hanyalah seseorang yang biasa dengan pencapaian yang masih biasa. Entah, kalau dimata Tuhan aku yakin sekali kalau aku malah tidak ada artinya. Tidak ada sama sekali. Apa yang sudah aku perbuat agar Dia mampu melihatku dengan berbeda? Aku hanya mampu berbuat larangannya saja yang mungkin membuatnya murka dan mudah sekali untuk mengajakku berenang di kolam yang airnya bersumber dari mata air neraka. Celaka.

Ya, aku tahu aku sekarang sedang menunda. Menundamu untuk segera mendengarkan lagu itu dan memainkannya di iPdd Nano milikmu. Ya, aku tahu itu, engkau sedang berkata segala macam caci-maki agar aku segera berhenti menulis. Ya, aku tahu semuanya. Aku juga tahu engkau sebenarnya masih ingin membaca tulisanku ini sampai ke akhirnya yang selalu membuatmu kadang-kadang tertidur disisiku, dimimpiku, dipelukku, untuk kemudian menghilang.

Aku tidak akan berlama-lama lagi. Aku akan mengakhiri tulisan ini. Aku akan relakan engkau untuk menikmati semuanya ini untuk kemudian tertidur. Aku hanya ingin lihat senyuman bahagiamu. Yang selalu menempel di wajahmu saat kau tertidur. Seakan berkata, aku bahagia sekali.

Celine Dion - It’s All Coming Back to Me Now

There were nights when the wind was so cold
That my body froze in bed
If I just listened to it
Right outside the window

There were days when the sun was so cruel
That all the tears turned to dust
And I just knew my eyes were
Drying up forever

I finished crying in the instant that you left
And I can’t remember where or when or how
And I banished every memory you and I had ever made

But when you touch me like this
And you hold me like that
I just have to admit
That it’s all coming back to me
When I touch you like this
And I hold you like that
It’s so hard to believe but
It’s all coming back to me
(It’s all coming back, it’s all coming back to me now)

There were moments of gold
And there were flashes of light
There were things I’d never do again
But then they’d always seemed right
There were nights of endless pleasure
It was more than any laws allow
Baby Baby

If I kiss you like this
And if you whisper like that
It was lost long ago
But it’s all coming back to me
If you want me like this
And if you need me like that
It was dead long ago
But it’s all coming back to me
It’s so hard to resist
And it’s all coming back to me
I can barely recall
But it’s all coming back to me now

But it’s all coming back

But you were history with the slamming of the door
And I made myself so strong again somehow
And I never wasted any of my time on you since then

But if I touch you like this
And if you kiss me like that
It was so long ago
But it’s all coming back to me
If you touch me like this
And if I kiss you like that
It was gone with the wind
But it’s all coming back to me
(It’s all coming back, it’s all coming back to me now)

There were moments of gold
And there were flashes of light
There were things we’d never do again
But then they’d always seemed right
There were nights of endless pleasure
It was more than all your laws allow
Baby, Baby, Baby

When you touch me like this
And when you hold me like that
It was gone with the wind
But it’s all coming back to me
When you see me like this
And when I see you like that
Then we see what we want to see
All coming back to me
The flesh and the fantasies
All coming back to me
I can barely recall
But it’s all coming back to me now

If you forgive me all this
If I forgive you all that
We forgive and forget
And it’s all coming back to me

(It’s all coming back to me now)
And when you kiss me like this
(It’s all coming back to me now)
And when i touch you like that
(It’s all coming back to me now)
If you do it like this
(It’s all coming back to me now)
And if we …

* * * * *

Begitulah setiap harinya terjadi padaku. Entah saat ini ia sedang ada dimana, bersama siapa, yang selalu tidak pernah aku pedulikan. Aku hanya pedulikan hari ini saja. Kemarin telah berlalu meninggalkanku dalam kesendirian langkah menuju sebuah perpisahan. Esok juga belum tentu tiba dengan segala angan dan harapnya. Aku hanya bisa berdoa agar Malaikat Pencabut Nyawa tidak datang hari ini.


Bukit Pakar Timur 100, 24 September 2008, 13.57

*) teks lagu diambil dari www.letssingit.com

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...