Tampilkan postingan dengan label Pantai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pantai. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juli 2015

Pizza Sambal Matah

The biggest lie i tell myself is i'm only going to eat one slice of pizza.
- Anonim

Sekali waktu, saya menikmati senja di Kuta, Bali. Entah sudah berapa kali senja pernah saya lewati di Bali, tepatnya di Sanur dan Tanah Lot. Tapi baru kali ini saya benar-benar mengalami senja di Kuta, Bali.

Saya dan seorang kawan sengaja menghabiskan waktu ngabuburit di pinggir pantai. Mataharinya sedang bagus, tidak tertutup awan. Senja yang semburat dengan jingga akan menjadi penutup hari yang indah. Kami pun duduk santai di sebuah resto bar and grill. Kata teman saya, pizza disini enak.

Kami langsung memesan pizza yang direkomendasikan itu. Namanya Pizza Mozzarella Sambal Matah. Dari namanya saja, langsung terbayang perpaduan antara sambal matah yang tradisional itu bersama pizza dan keju mozzarella.


Tak lama usai adzan Maghrib berkumandang di ponsel, kami segera menikmati pizza yang unik ini. Lapisan roti pizza dibuat tidak terlalu tebal sehingga menjaga kerenyahannya. Freshly from the oven, masih dengan lelehan keju mozzarella dan sambal matah yang mengelilingi topping pizza.

By the way, this is recommended one. Sesudahnya, saya merasa cukup kenyang. Barangkali, karena pizza ini hanya dinikmati berdua saja. Urusan harga, it's really worth your money. Mamamia!


Kuta, 8 Juli 2015.

Selasa, 26 Agustus 2008

Seorang Lelaki dan Pantai

Bung, pagi ini rasanya tidak ada yang berbeda kecuali koleksi akuarium saya yang bertambah. Bagaimana Bung, apakah koleksi perpustakaan anda bertambah juga? Punya buku tentang merawat ikan arwana? Kalau ada, barangkali setelah saya gajian, saya mampir ke perpustakaan anda. Semuanya terlihat biasa saja sampai saya membaca surat dari anda di e-mail saya. Sebuah surat yang mirip catatan anda untuk melangkah pasti setelah setengah dasawarsa mengenal dia.

Bung, masih ingat kan sama kawan kita yang minggu kemarin merayakan dirinya sebagai belut jantan yang akan segera menjelma menjadi ular kobra dengan menyunting seorang mojang Garut yang senang sama lagu dangdut "Wakuncar" itu. Rasanya, belum lama setelah dia melakukannya di Garut anda pun melakukan hal yang sama pada seorang perempuan yang berumah di tepi pantai. Sebuah pantai yang pernah porak-poranda karena Tsunami beberapa waktu yang lalu.

Tulisan anda benar-benar membuat saya kagum atas keberanian atas pilihan yang anda ambil. Bukan tanpa resiko tetapi benar-benar membuktikan suatu kesungguhan atas pilihan untuk menggenapkan setengah dari Agama-Nya. Saya hampir tidak bisa berkata-kata. Kalau boleh menangis saya tentu akan menangis bahagia dengan air mata bahagia pula yang takkan berlanjut jadi duka.

Saya kagum pada anda. Anda tidak banyak berkata-kata. Anda mungkin punya rencana, tapi anda hanya bisa berkata menjelang keberangkatan dengan kaus kaki yang belang itu. Anda mungkin hanya menunggangi bus kencana ke arah pantai itu. Anda tidak berangkat dengan keangkuhan dari sebuah Mercy, Camry, Innova atau bahkan Avanza sekalipun. Anda berangkat dengan niat yang tulus untuk sebuah pengharapan yang akan anda labuhkan di pantai itu.

Membaca tulisan anda membuat saya tidak bisa berharap apa-apa lagi tentangnya. Semua yang pernah saya ceritakan pada anda dan dia tentu sejak saat ini hanya akan menjadi omong kosong belaka. Omong kosong yang membuat saya malu karena saya tidak (baca:belum) bisa membuktikannya. Omong kosong itu mungkin layaknya semua omong kosong yang ditulis oleh Togog dalam buku Seno Gumira Ajidarma yang sempat saya ceritakan kemarin.

Mungkin waktu saja yang belum berpihak pada saya. Apapun itu, saya rela dan saya terimakan. Tetapi khusus untuk Bung, tentu saya berharap yang terbaik untuk anda dan dia. Semuanya. Semoga apa yang telah anda rencanakan berjalan lancar dan berada di bawah naungan Ridho-Nya. Semoga anda berhasil menemukan senja yang tidak pernah pudar di pantai tanah suci anda itu.

Salam dari Bukit,


Bukit Pakar Timur 100, 26 Agustus 2008, 15.27

NB: Semua armada darat & pesawat Selendang Air sedang dimaintenance jadi maaf tidak bisa ikut mengantar


*) teruntuk seorang sahabat, Acep & Ima, anda inspirasinya


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...