Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 September 2017

@BlogDokter


Sumber gambar: www.goodreads.com
Perkembangan teknologi yang semakin pesat belakangan ini memberikan banyak kemudahan bagi kita untuk mencari informasi secara mandiri. Ada banyak alternatif media yang menyediakan beragam informasi, tidak terkecuali informasi seputar kesehatan. Beruntung, atas nama dokumentasi ada orang-orang yang mau membagi ilmu di dunia maya. Buku ini adalah satu contoh dari hal tersebut.

Expertise yang dimiliki seorang dokter akan menjadi sangat bermanfaat bagi publik ketika bisa dibaca luas oleh masyarakat. Kontribusi terhadap publik ini menjadi sumbangan yang berguna bagi usaha peningkatan kesehatan masyarakat. Terlebih ketika masyarakat dihadapkan pada beragam pilihan informasi dengan tingkat akurasi yang meyakinkan.

Buku ini secara garis besar merangkum problem kesehatan yang umum ditemukan pada perempuan, bayi dan anak, kaum pria maupun pada organ-organ di badan kita. Tidak berlebihan rasanya bila buku ini patut dijadikan quick reference handbook, di kantor maupun di rumah. Buku ini sangat praktis, aplikatif, dan mudah dipahami.

Lewat artikel-artikel dalam buku ini pula, sang penulis berusaha menanamkan mindset untuk senantiasa menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh lewat olahraga. Tubuh kita juga memerlukan ritmenya sendiri supaya tetap berada dalam kondisi segar dan bugar.

Judul      : @BLOGDOKTER: Segala Hal Tentang Kesehatan yang Wajib Anda Ketahui 
Penulis   : dr. I Made C. Wirawan
Penerbit  : Noura Books
Tahun     : 2013
Tebal      : 288 hal.
Genre     : Kesehatan


Cipayung, 22 September 2017.


Minggu, 31 Januari 2016

Lari Lagi (2)




Ada banyak hal yang menyebabkan saya kehilangan motivasi berlari. Alasan utama adalah kelelahan. Ya, tidak dapat dipungkiri jarak rumah di pinggiran ibukota menuju kantor menjadi semakin jauh. Faktor lain, kesibukan rumah tangga harus membuat saya melepaskan beberapa hal. Seperti saya pernah tulis, lari yang saya kalahkan. 

Saya belum menemukan jadwal alternatif untuk berlari semjnggu tiga kali-seperti biasanya. Waktu yang tersisa pun kini hanya hari Sabtu dan Minggu. 

Saya selalu takut bahwa saya melambat padahal kenyataannya memang demikian. Saya tidak dapat menghalangi kenaikan berat badan akibat sudah mulai jarang lari.

Soal motivasi, saya memang mengalami masalah. Saya tidak dapat memaksa diri saya untuk terus berlari walaupun masih menyesuaikan dengan keadaan sekarang. Saya sudah tidak mengikuti lomba lari lagi sebagai ujian mental. 

Yang jelas, mulai hari ini saya harus memulai kembali program latihan lari rutin. Tidak hanya untuk mendapat manfaat sehat dari lari. Tetapi juga, menemukan motivasi yang hilang. 


Cipayung, 31 Januari 2016. 

Lari Lagi


Tak terasa sudah lebih dari sebulan sejak lari terakhir di tahun lalu. Persiapan pindahan dari kost ke rumah memang meminta banyak tenaga. Mulai dari packing, loading, unloading, hingga preparation di rumah. 

Sejak mulai pindah dan menempati rumah, waktu yang tersisa untuk lari pun hanya tinggal Sabtu dan Minggu. Itu pun baru hari terakhir di bulan Januari ini saya mulai berlari lagi. Kesibukan rumah tangga dengan satu anak bayi mulai saya rasakan sepenuhnya. Hingga kalau boleh saya mengalah ya lari lah yang saya kalahkan. 

Anyway, berlari kembali turun ke jalanan setidaknya membuat ingatan saya kembali pada masa-masa awal mulai lari. Saya mencoba membuat rute sendiri. Berbekal Google Maps. Melalui jalan-jalan yang belum pernah dilalui dengan berlari sebelumnya. 

Saya tidak terlalu memaksa untuk membuat catatan waktu terbaik. Saya cukup sadar bahwa problem berat badan saya cukup menjadi halangan utama untuk kembali menembus 30 menit untuk 5 KM. 

Semoga tahun ini keinginan saya untuk berlari di lapangan terbang dekat rumah terlaksana. Aamiin. 

Cipayung, 31 Januari 2016. 

Selasa, 20 Oktober 2015

Magenta Run Bandung 2015

Set aside a time solely for running. Running is more fun if you don't have to rush through it
- Jim Fixx


Pertengahan Oktober tahun ini saya akhirnya memutuskan untuk kembali turun berlomba. Lomba lari pertama setelah Nike Run Bajak Jakarta 2014. Sekaligus lomba lari pertama tahun ini. Saya sengaja membatasi diri dari gemerlap godaan berbagai lomba tahun ini. Saya cukup menyadari bahwa saya mengalami degradasi. Pace lari saya turun pasca demam bulan Mei lalu. Akibatnya, saya kini dilanda kelebihan berat badan, yang jadi problem utama dalam berlari. Selain itu, saya sendiri sudah tidak mendapatkan lagi gairah dalam mengukuti lomba lari. Yang jelas, saya masih tetap berlari.

Atas ajakan kawan-kawan di Bandung, saya akhirnya turun aspal juga. Magenta Run Bandung 2015 resmi menjadi lomba pertama saya tahun ini. Namun, jadi yang pertama bagi Edy, Adit, dan Retno. Magenta Run ini merupakan event launching Magenta Brasserie, kepunyaan Aston Primera Hotel and Conference Bandung. Lomba ini juga menggaet komunitas Indorunners Bandung, yang menjadi marshall sepanjang rute lari.

Saya melewati garis start dengan memakai perlengkapan debutan seperti sepatu Adidas Climacool Aerate III yang dibeli di Korea tahun lalu dan belum pernah ikut lomba. Dipadu dengan kaos Indorunners Bandung yang baru dikirim sehari sebelumnya. Peserta lari yang tidak terlalu banyak (mungkin dibawah 200 orang) membuat event lari ini serasa lari bareng Indorunners Bandung.

Pada saat balapan, saya tidak bisa berlari dengan performa terbaik. Badan saya rasanya terlalu berat. Padahal udara di sekitaran Jalan Pasteur cukup sejuk dan cerah. Memasuki Jalan Cipaganti, benar-benar menguji ketahanan dan mental. Jalanan yang teduh dan menanjak menguras tenaga. Saya pun tetap berlari dengan pace santai, mungkin sekitar 6/7 menit/km. Memasuki Jalan Sukagalih, saya sudah kelelahan. Keadaan ini sedikit 'merusak' program latihan saya bulan ini untuk mempertahankan pace di kisaran 6 menit 30 detik - 6 menit 40 detik per kilometer. Alhasil, saya finish menembus 5K di kisaran 35 menit.
 

Hasil lomba Magenta Run memang jauh dari target finish di 33 menit. Tetapi, sudah cukup untuk melatih kembali mental lomba saya. Minimnya pengetahuan tentang rute lomba serta training plan yang masih fokus di track landai sedikit banyak ikut mempengaruhi performance lari hari ini. Anyway, diluar itu semua, Bandung is always a great place to run. Happy running.

Pharmindo, 18 Oktober 2015.

Minggu, 14 Desember 2014

BAJAK JAKARTA 2014

Sudah hampir dua bulan ini saya tidak mengikuti lomba lari. Terakhir, lomba yang saya ikuti adalah Mandiri Run Bandung bulan Oktober lalu. November, saya tidak ada dalam barisan starter di lomba lari manapun. Desember ini, saya mengikuti Nike Indonesia #BAJAKJKT 2014 sebagai lomba pamungkas, at least untuk tahun ini. 

TIIS JAYA RUNNER VS JKT

Persiapan menuju #BAJAKJKT saya lalui dengan lari rutin mingguan, entah di Monas, Petojo, dan Pharmindo. Tidak hanya itu, #BAJAKJKT juga menyadarkan saya untuk mendiskusikan terlebih dahulu apa yang jadi keinginan saya ini bersama sang calon istri tercinta. Dua minggu lagi kami akan menikah, sehingga waktu mendaftar untuk menjadi Pembajak Jakarta saya kurang aware bahwa ia cukup khawatir dengan keputusan saya berlomba menjelang waktu pernikahan yang semakin dekat, kalau tidak mau dibilang menghitung hari.

Setelah melalui diskusi kecil di satu rumah makan di Bogor, saya mengambil satu keputusan. Saya berusaha untuk tidak memaksakan diri dengan latihan long run. Saya masih akan setia dengan usaha saya memperbaiki personal record dan menjaga pace di 5K run.

Courtesy: @IndoRunners

Raceday. Saya melintasi garis start #BAJAKJKT 10 menit setelah bendera start dikibarkan. Telat memang karena saya masih mengantri di toilet umum. Pengaruh dari badan yang kurang fit beberapa hari belakangan pun membuat saya lebih santai untuk tidak memaksa berlari kencang di 2,5 km pertama. Saya lebih santai dan berada di wave belakang. Barisan wave belakang ini diisi pelari kelas fun run sepertinya. Mereka masih bisa berfoto selfie, memakai tongsis sambil berlari, dan bahkan berfoto dengan bajaj yang ‘dihias’ YOU VS BAJAJ ala #BAJAKJKT.

Pengalaman berlari di wave seperti itu adalah yang pertama bagi saya. Terus terang saya kurang merasa nyaman. Saya khawatir terkena tongsis dan juga perlu gesa-gesi (geser sana, geser sini) untuk menyusul pelari di depan. Alhasil, karena saya memang tidak mau berlari dengan pace 6 saya harus berjuang menyesuaikan. Saya menyayangkan pelari yang tidak membaca dengan seksama prerace guide, dimana dinyatakan bahwa pelari yang lebih lambat harus berada di jalur kiri agar pelari yang lebih cepat bisa menyusul di jalur kanan. Imbasnya, banyak pelari yang lebih cepat perlu zig-zag untuk menyusul.

Courtesy: @IndoRunners

Saya cukup memaklumi bahwa saya memang berada di wave yang crowded. Berbeda dengan Panin 10K dimana saya berada di wave depan. Saya cenderung tidak memaksakan diri berlari cepat ketika memasuki 5+ km. Saya mencoba berlari santai saja, barangkali dengan berlari bisa menghangatkan badan dan melancarkan sirkulasi darah dan udara setelah didera meriang disko.
 


Menjelang finish, papan waktu menunjukkan 1 jam 20 menit, artinya ini adalah lari 10K terburuk saya. Apapun itu, saya tidak terlalu peduli. Yang jelas saya berhasil finish dengan kondisi badan yang tidak terlalu fit. Melintasi garis finish, saya melihat Ella sudah menunggu. Dari senyumnya saya tahu bahwa ia masih mengkhawatirkan kondisi saya. Setidaknya, setelah saya finish Ella tidak perlu lagi khawatir. I’ll be there for you, cause i know you’ll be there for me too.

RACE RESULT

1399/3523 runners in Male 25+ Category & 2213/5533 Male runners, lumayan masih setengah diatas.


Lapangan Banteng-Paninggilan, 13 Desember 2014.

Minggu, 26 Oktober 2014

We Are: Monas Runners

Berawal dari sebuah posting di Facebook dan komentar-komentar dari sesama rekan sepelarian di Monas kami membentuk sebuah grup via WhatsApp. Sepakat menamakan diri Monas Runners karena memang anggotanya adalah pengunjung setia Monas untuk berlari.  Lalu, sehari setelah pelantikan Presiden, Monas Runners mengawali langkah lari pertama.





4 dari 13 member grup memeriahkan First Run alias Monas Runners launching.   Wanna join? If you meet one of them, please don't hesitate to say hi. Come and run together. 


Medan Merdeka Barat, 21 Oktober 2014. 

Minggu, 12 Oktober 2014

Mandiri Run Bandung 2014

Life can pull you down but running will lifts you up. 
- Jenny Hadfield

Finally, i'm running back in Bandung. As you might see, saya sudah lama tidak turun berlomba. Lomba terakhir saya adalah Pocari Sweat Run Jakarta pertengahan Mei lalu. Selebihnya, saya hanya berlomba dengan diri saya sendiri. Mandiri Run edisi Bandung hari ini adalah lomba kedua saya tahun ini di Bandung setelah Bandung Love Run, Februari kemarin. 


Saya cukup excited dengan lomba kali ini. Paket racepack yang cukup lengkap dan segenap kemeriahan di karnaval nusantara (seperti acara serupa di Jakarta) adalah bonus tersendiri bagi para peserta. Saya boleh memberi nilai lebih tersendiri untuk running shirt yang pada lomba ini diendorse oleh League. Pun, BIB tipis yang melekat pada material kertas. 

Rute lomba juga dibuat senyaman mungkin untuk 5K dan 10K. Udara pagi Bandung yang dihembuskan pepohonan di sekitar jalur lomba adalah teman yang baik untuk para pelari. 

Lomba hari ini cukup rapi dari sisi penyelenggaraannya. Marshall lomba waspada di setiap titik persinggungan jalur lalu lintas. Pada beberapa area juga dibuat pembatas jalur bagi pelari agar tidak mengganggu lalu lintas. Walau masih saja pengendara banyak yang tidak sabar ketika pelari harus dihentikan oleh Marshall. Tempat sampah untuk gelas di water station cukup banyak walau hanya berbentuk plastic bag besar. 

The Worst Race Ever

Personally, hari ini adalah my worst race ever. Hari lomba terburuk untuk saya. Saya tidak membawa BIB yang saya siapkan semalam. Barangkali karena saya salah tidak menyimpannya langsung ke dalam tas. Saya baru menyadarinya ketika sudah berada di Jl. Pajajaran. Butuh waktu 15 menit untuk kembali ke rumah. Padahal waktu start tinggal 15 menit pula. 

Alhasil, saya tidak punya data untuk lomba saya hari ini. Saya resmi tidak tercatat dalam sistem bawaan Chronotrack. Praktis, saya hanya punya Nike+ di ponsel sebagai perekam jejak lomba ini. Saya menyesal walau panitia tetap mengalungkan medali finisher. Kecerobohan itu dekat pada kesalahan dan kesalahan itu mahal harganya. Saya jadi ingat lagi petuah lama di Formula 1. 

Eniweeey, penyesalan saya tadi agak terbalas dengan performa lomba. Andai saja saya berlari 200 meter lagi setelah garis finis, niscaya saya akan mencetak Fastest 5K untuk Personal Record di Nike+. Akhir kata, saya berpesan kepada sesama rekan sepelarian dan utamanya untuk saya sendiri. Menyiapkan fisik dan mental untuk lomba sama pentingnya dengan menyiapkan peralatan lari itu sendiri. Be prepare, get the best of yourself. 


Pharmindo, 12 Oktober 2014. 
sambil nonton The Joseon Shooter Episode 4 

Minggu, 11 Mei 2014

Pocari Sweat Run Jakarta 2014

I often lose motivation, but it's something I accept as normal
Bill Rodgers

Setelah untuk pertama kalinya mengikuti race 10K sepanjang sejarah saya berlari, saya kembali turun di kelas 5K untuk Pocari Sweat Run #SafeRunning hari ini. Saya bisa bilang persiapan menghadapi race ini sangat kurang. Saya hanya melakukan lari rutin setiap akhir pekan tanpa sekalipun naik treadmill di gym. Walaupun begitu, saya tetap menjaga pola makan agar tidak kelebihan berat badan saat start nanti. Sometimes, i feel demotivated, but it's just because i didn't have much time to rest. And today, i'm too tired.


Race hari diadakan di kawasan pemukiman Alam Sutera, tidak jauh dari Mall Alam Sutera. Lomba bertajuk Safe Running ini diikuti 5.000 pelari yang terbagi dalam kategori 10K Closed, 10K Open, 5K Group, 5K Individual, dan 2,5K Pelajar. Gelaran yang sebenarnya berada jauh dari kota Jakarta ini juga adalah pengalaman pertama saya berlari di sepanjang jalan komplek perumahan elit V^_^V . Guyuran hujan beberapa jam sebelum bendera start dikibarkan memang membuat track basah dan membuat panitia harus mengurangi genangan di beberapa titik. Dengan persiapan seadanya, saya masih berhasil menyelesaikan lomba dengan catatan waktu dibawah 30 menit. 

Overall, race organizer mempersiapkan lomba hari ini dengan baik. Sepanjang track, race marshall stand by untuk mengarahkan pelari sesuai dengan kategorinya. Tidak ada antrian panjang di toilet, pembagian medali, refreshment, dan handuk, pengaturan stand sponsor, hingga tempat penitipan baggage yang teratur. Remarkable note, panitia berhasil menemukan tas saya yang nomor kuponnya sudah luntur.

Finish urutan ke 96 dari 1290 pelari. I guess it's not a bad thing, anyway. Keep running safely, mate!

FINAL RESULT


Paninggilan, 11 Mei 2014.

Disclaimer: Trademarks mentioned in this post belongs to their respective owners.

Senin, 28 April 2014

Capital Market Run 2014

Good things come slow - especially in distance running
Bill Dellinger

Akhirnya, saya dapat menamatkan lari 10K pertama sepanjang mulai aktif mengikuti lomba lari. Capital Market Run ini saya jadikan benchmark menguji kemampuan saya. Keputusan ini saya ambil dengan sadar dan sengaja. Maksudnya, saya memang ingin tahu apakah saya cukup mampu untuk finish di kategori 10K dan tidak berpuas diri hanya race di kelas 5K saja.
 
Persiapan yang saya lakukan adalah terus memacu dan memotivasi diri sendiri untuk terus berlari. Selain 5K rutin setiap Jum’at-Sabtu-Minggu, saya juga melakukan test drive pre-race sepanjang 9 dan 10 km awal bulan April ini. Tujuannya jelas, saya ingin melihat sejauh mana kemampuan saya untuk race 10K. Target utama saya adalah finish dengan catatan waktu tidak lebih dari 1 jam 12 menit, seperti catatan waktu Susan Bachtiar di 10K Jakarta Heart Run.

Long run sepanjang masa latihan ini cukup menjadi patokan awal. Saya jadi tahu berapa pace rata-rata per kilometer dan juga obstacle/hambatan apa saja yang jadi faktor x dalam berlari. Saya terus menerus meyakinkan diri bahwa your body is stronger than you think. Lalu, saya mengubah mindset dari ‘wah, baru sekian kilometer nih, kurang sekian’ menjadi “Alhamdulillah, sudah sekian kilometer, mari lanjut” seperti saran dari @akiniaki. Dari catatan waktu selama masa persiapan, saya cukup yakin bahwa saya bisa menembus catatan waktu dibawah 1 jam 12 menit.



The Race

Melintasi garis start, saya merasakan sebuah sensasi yang lain, tidak seperti lari 5K yang sudah biasa saya ikuti. Sesuatu menahan saya untuk memacu kecepatan. It’s all about endurance dan saya tidak akan menghabiskan tenaga di awal lomba. Kilometer demi kilometer crowd sekitar Sudirman-Thamrin mulai terlihat. Pengendara sepeda juga mulai memadati area Car Free Day. Pelari harus lebih berhati-hati memilih jalur. Marshal yang berada di lintasan pun masih kurang sigap dalam mengamankan jalur pelari.

Personally, rute lari 10K ini agak sedikit membosankan karena pelari mengambil start dari SCBD mengikuti rute menuju Bunderan Senayan untuk kemudian mengambil jalur lurus menuju Bunderan HI kemudian berputar kembali menuju SCBD. Satu tantangan tersendiri memang. Sayangnya, sepanjang rute lari 10K tidak disediakan minuman isotonik di water station. Tapi, beberapa penyelenggara acara yang bertempat di sekitar area Car Free Day ada yang membagikan air mineral botol secara gratis.

Dalam lari 10K pertama ini saya juga mengalami sebuah pengalaman yang takkan pernah saya lupakan. Pada kilometer 8 menuju kilometer 9 saya mulai merasa kebelet. Fokus saya kini tidak lagi soal endurance, tapi cepat-cepat finish dan cari toilet. Alhasil, saya harus terus berlari walaupun sudah mulai kelelahan, berhenti sebentar-sebentar hingga akhirnya finish dengan catatan waktu dibawah target semula \^_^/. Usai menerima medali, saya langsung menuju toilet.

Overall, dengan segala kekurangannya (mulai dari race pack collecting hingga tertukarnya peserta 5K dan 10K), Capital Market Run adalah satu milestone bagi saya pribadi. Bukan hanya 10K race pertama sejak mulai aktif berlomba Juni 2013, tetapi juga sebuah pencapaian dari life stepping. Medali 10K hari ini pun adalah pembuktian bahwa apa yang saya lakukan tidaklah terlalu salah.

FINAL RESULT



Paninggilan, 27 April 2014.

* Trademarks mentioned on this post belong to their respective owners

Selasa, 18 Februari 2014

Bandung Love Run

"If I seem free, it's because I'm always running."
Jimi Hendrix


It feels good to be back running in Bandung. Seperti tahun kemarin, medali finisher pertama saya tahun ini saya raih di Bandung. Bandung Love Run jadi race pertama saya tahun ini setelah sebulan kemarin berhibernasi. Saya senang bisa kembali turun berlari di jalanan bersama peserta lainnya. Ada atlet PON dari berbagai, anggota TNI, komunitas pelari, bahkan Mas Agus Yudhoyono dan Kang Ridwan Kamil, Walikota Bandung, pun ikut berpartisipasi.

Sedikit catatan tentang Bandung Love Run ini adalah terlambatnya email konfirmasi pembayaran dari panitia ke email saya dan tidak adanya water station bagi 5K racers. Butiran debu akibat letusan Gunung Kelud yang sudah mencapai wilayah Bandung dan sekitarnya pun sempat menjadi kekhawatiran tersendiri. Walau begitu, tidak lantas mengendurkan semangat cinta dan kebahagiaan para pelari yang merayakan cinta. Entah cinta begini atau cinta sendiri. Abaikan.




Pharmindo, 17 Februari 2014.

Senin, 27 Januari 2014

The Color Run Jakarta 2014

It's almost a month since my last run. The weather seemed not so friendly. So, i just staring at my window every morning in the weekend, looking at the glistening rain over there. But hey, somebody bring me this cool gig. They wanna take me run even in a rainy or cold storm hanging in the sky. 

Courtesy: @TheColorRunINA

Thanks to The Color Run 2014. Akhirnya, saya dapat berlari lagi setelah hampir sebulan berhenti. Ask the weather why. Januari adalah bulan yang spesial, personally. Saya menghadiahi tiket The Color Run walau hari ulang tahun sudah seminggu berlalu, a gift for myself. Yeah, i gotta do something which put more fun and happiness. It did happened yesterday.

Back to November 2013, saat itu saya membaca berita bahwa Joe Taslim (you know him very well) akan mengikuti The Color Run. Namun, tidak disebutkan dimana gelaran 'the happiest 5K on earth' itu akan digelar. Saya terus menunggu kabar itu via jejaring sosial dan grup @indorunners di facebook. Penantian itu bersambut dengan sebuah email dari Mesarace yang mengajak untuk ikut berlari di gelaran lari penuh warna ini.

Saya segera mendaftar dan terkonfirmasi sebagai satu dari 11.000 color runners yang memadati area Parkir Timur Senayan. Sampai saat ini, The Color Run adalah gelaran lari yang paling mahal yang pernah saya ikuti. Seperti tagline yang diusungnya 'The Happiest 5K on Earth' sebanding dengan kegembiraan yang saya dapatkan. I just wanna celebrate the day, full color of course. Menyenangkan rasanya berlari dengan kegembiraan seperti ini. Apalagi, ditambah semarak after finish festival yang jadi core The Color Run. Happiness is on the air! 



Overall, cukup menyenangkan mengikuti gelaran ini. And where is Joe Taslim? Saya tidak bertemu dengannya di race track. Hanya saat sesudah bendera start, Joe Taslim muncul sambil menebar warna ke arah color runners di garis start.

Well, The Color Run cukup membangkitkan motivasi untuk kembali berlari. Bulan depan, Bandung Love Run sudah menanti. Anyone?


Paninggilan, 27 Januari 2014.

Minggu, 10 November 2013

SBM Fun Run Bandung 5K

Akhirnya saya kembali berlari di Bandung di gelaran SBM Fun Run Bandung: 5K Closer To Your Happiness. Tema gelaran lomba kali ini cukup unik. 5K Closer To Your Happiness. Barangkali, panitianya percaya bahwa dengan berlari kita akan lebih dekat dengan yang namanya bahagia. Terbukti, setiap papan petunjuk yang dibubuhi quotes soal kebahagiaan. Contoh saja: one minute you angry, you loss 60 seconds of your happiness.



Race hari ini mengambil lokasi di dalam kampus ITB. Lomba dibagi menjadi dua lap. Inilah perbedaan yang signifikan dari race yang penah saya ikuti sebelumnya. Saya belum pernah mengikuti race seperti ini. Saya merasa jadi seperti pembalap yang diberi checkboard “FINAL LAP” ketika memasuki Lap ke-2. Mungkin itu pula sebabnya saya tidak terlalu tertarik untuk berlari mengitari stadion atau lapangan olahraga. Saya lebih senang berlari mengikuti jalur jalan raya.

Selain itu, pengalaman lain yang saya dapat dalam race ini yaitu pelari harus menghadapi medan naik-turun mengitari sekitar kawasan kampus. Race track yang turun-naik membuat pelari harus pintar-pintar mengatur nafas. Pengalaman ini sangat jauh berbeda dengan excitement ketika menanjak dan menurun di Semanggi.



Anyway, kalau saya harus berbahagia hari ini adalah kehadiran dua orang sahabat yang ikut menyambut usai menyentuh garis finish. Pun, ketika bertemu kembali kawan-kawan relawan #BebersihBandungYuk untuk bertukar info soal Bandung Trail Run #YukNgetrel setiap hari Sabtu. 



Akhirul kalam, menyambut Hari Pahlawan, medali hari ini saya persembahkan untuk mereka yang gugur di Pertempuran Surabaya 10 November 1945. Sejarah akan selalu mengenang anda semua. Selamat Hari Pahlawan 1435H. Jadikan dirimu pahlawan olehmu, untuk diri sendiri dan lingkungan terdekatmu.


Pharmindo, 10 November 2013.

Minggu, 13 Oktober 2013

Car Free Day Bandung

Entah sudah berapa lama Car Free Day di Dago ini digelar, baru hari ini saya bisa menikmatinya langsung. Saya mengalami pengalaman ini tanpa harus melalui media sosial. Hal yang paling mudah untuk mengetahui keadaan/kondisi suatu objek tanpa harus mengalami objek itu sendiri adalah melalui media sosial. Dan hari ini, semua terhubung dalam lalu lintas jagad virtual tanpa batas. Everyone’s get connected.

Secara umum, yang namanya Car Free Day Dago tidak berbeda dengan di Jakarta. Warga kota bisa melakukan bermacam aktivitas. Dari mulai berjalan kaki, bersepeda, melihat-lihat dagangan, wisata kuliner, atau sekedar nongkrong asik. Kecuali untuk lari, agak susah karena terlalu crowded dengan pengunjung. Saya pun tidak berlari melalui rute ini.

Tak ketinggalan, terlihat mobil van dari beberapa stasiun radio. Ada bermacam acara hiburan ikut disajikan disini. Ini mengingatkan saya pada masa kejayaan Jalan Dago sekitar tahun 2003-2004. Waktu itu, setiap malam minggu sepanjang Jalan Dago adalah kawasan wajib bagi setiap stasiun radio di Bandung ini untuk lebih mendekat pada pendengarnya. Sepanjang jalan ini penuh dengan mobile stage mereka. Apalagi ketika Djarum Super Festival (belakangan namanya berubah menjadi Dago Festival) digelar. Saya merindukan kembali saat-saat itu. Bandung yang semarak jadi terlihat lebih ramah bagi penggemar dan warganya.

Tiis Jaya Runner at his 1st Car Free Day in Bandung
Impian tentang kota yang layak dan ramah selalu hidup dalam benak warganya. Saya tentu sangat berharap bahwa gelaran semacam Car Free Day seperti ini dapat menjadi media yang memfasilitasi warga Bandung dalam mewujudkan apa yang selama ini kita impikan. Bandung Berhiber Bermartabat. Semoga.


Pharmindo, 13 Oktober 2013.

Disclaimer Note: trademarks mentioned in this post belong their respective owners

Minggu, 06 Oktober 2013

Mandiri Run Oktober 2013

"Running is the greatest metaphor for life, because you get out of it what you put into it."
- Oprah Winfrey -

Awal Oktober ini saya kembali turun ke jalanan Car Free Day untuk mencoba memperbaiki catatan waktu Sunday Fun Run bulan lalu. Dari rute yang dicantumkan pada web, saya optimis mampu memperbaikinya. Namun, perkiraan saya salah. Rute lari 5K kurang lebih masih sama dengan S4 Run Series #1, dan Sunday Fun Run. Masih melintasi Jl. Sudirman dan berputar di Semanggi. Ah, saya selalu kangen pada sensasi lari menanjak dan menurun di Semanggi.


Persiapan untuk lari kali ini terbilang cukup lumayan. Setelah didera hasil tes asam urat yang kembali tinggi pekan lalu, saya mencoba mengalihkan perhatian saya pada pemanasan jelang Mandiri Run. Saya berenang untuk melatih pernafasan di kolam renang hotel yang saya tempati. Tidak terlalu lama, asal sepuluh kali balikan lebar kolam sudah cukup. Saya berlari dua kali. Pertama, mengenang rute lari semasa SMA. Melewati jalanan Pasteur-Sukaraja-Benghar sejauh 4,17 km. Kedua, rute Pasteur-Rajiman-Otten-Pasirkaliki-Pamoyanan-Pasteur sejauh 4,45 km. Dari catatan waktu yang diperoleh, saya dapat menyatakan siap untuk turun dan menjajal rute Mandiri Run.



Lomba hari ini juga adalah debut saya menggunakan ‘ban’ baru. Saya menggunakan sepatu Reebok Crossfit Nano 2.0 yang sebelumnya sudah pernah dites di Kuta Morning Run (17 September 2013) sejauh 3,37 melintasi jalanan Kuta yang masih sepi. Berikut dengan kaos kaki bertuliskan Dri-Fit (huge thanks to Adit for recommending this) dan shorts dari Umbro. Sepatu ini memang lebih ringan dibanding seri Speedstep yang biasa saya gunakan. Saya juga sekaligus ingin mencoba apakah perpaduan Crossfit dengan Dri-Fit ini berpengaruh dalam lomba, karena sirkulasi panas dari sepatu dan kaos kaki ikut berpengaruh pada performa lari keseluruhan. 

Crossfit Goes to Bali
Selepas bendera start dikibarkan, saya merasakan perbedaan yang cukup signifikan dari lomba sebelumnya. Langkah kaki menjadi lebih ringan dengan sepatu baru ini. Sirkulasi panas berjalan dengan baik. Saya pun tidak merasakan panas yang berlebih di bagian telapak kaki. Singkat kata, saya menemukan paduan/kombinasi yang tepat untuk hari ini. 



Kegembiraan saya hari ini bertambah dengan catatan personal best versi Endomondo. Saya agaknya lumayan berhasil dalam memperbaiki catatan waktu walau dengan jarak tempuh yang lebih jauh dibanding sebelumnya. Rasanya, segala persiapan kemarin terbayar lunas hari ini.

Tiis Jaya Runner
OFFICIAL TIMING RESULT powered by MYLAPS

 
Gender: 274/1643 (Male 5K)


Paninggilan, 6 Oktober 2013.

Catatan: Trademarks mentioned in this post belong to their respective owners

Minggu, 22 September 2013

Sunday Fun Run 2013

"In running, it doesn't matter whether you come in first, in the middle of the pack, or last. 
You can say, 'I have finished.' There is a lot of satisfaction in that."
Fred Lebow, New York City Marathon co-founder

Setelah menamatkan seri pertama sekaligus edisi perdana dari S4 Run Series, saya kembali mencoba melihat sejauh mana progres latihan lari. Kali ini, bertepatan dengan Jakarta Sports Week dan 5th Anniversary fX Plaza, digelar Sunday Fun Run 2013. Rute yang diambil untuk peserta lari 5K tidak jauh berbeda dengan S4 Run Series sebelumnya. Hanya, untuk lari 10K ada sedikit perbedaan rute yang harus ditempuh.

Tiis Jaya Runner
Sedari awal, saya sudah berniat untuk mampu mengalahkan catatan waktu di S4 Run Series sebelumnya. Kalau saja saya tidak lupa mematikan Endomondo tracking system setelah finish Sunday Fun Run 5K tentu saya bisa melihat sejauh mana progres yang saya buat. Walaupun begitu, bila melihat catatan waktu lap per lap tidak ditemukan perbedaan yang signifikan. Imbang antara hasil hari ini dengan S4 Run Series. Saya tidak mencatat sebuah personal best di lari hari ini.

Saya masih menemukan excitement yang sama dengan S4 Run Series. Berlari dan berbaur dengan pelari lain yang sama-sama menikmati Car Free Day. Tak lupa, saya selalu menikmati momen ketika berlari naik-turun jembatan tol Semanggi. 


Diluar itu semua, hari ini adalah debut pertama saya berlari dengan Tiis Jaya Running Club. Klub lari yang terbentuk ketika mendaftar Sunday Fun Run ini. Tiis Jaya diambil dari nama klub sepakbola virtual yang saya gunakan di Fantasy Manager Premier League. Tidak berlebih kiranya bila hari ini saya jadikan debut perdana sekaligus hari berdirinya Tiis Jaya Running Club. Wanna join me?

OFFICIAL TIMING RESULT FROM www.indorace.com

 


Paninggilan, 22 September 2013
Disclaimer Note: Trademarks mentioned in this post belong to their respective owners.

Minggu, 01 September 2013

Samsung S4 Run Series #1

Have I got a long way to run?
Run - Collective Soul

Akhirnya, setelah one week off saya bisa berlari kembali. Kekhawatiran sempat merundung semasa penyembuhan cedera soal bisa tidaknya mengikuti race ini. Maklum, seminggu kemarin itu saya benar-benar tidak melakukan latihan sama sekali. Segala puji bagi Tuhan, pada latihan lari Jum'at dan Sabtu kemarin saya tidak mengalami masalah berarti pasca cedera. Hanya sedikit beban akibat kenaikan berat bedan pasca bulan Ramadhan.

Courtesy: @ninityunita
Event #S4RunSeries ini mengingatkan saya pada gelaran Bandung 5,7 K Fun Run 2002, lomba lari yang juga sama-sama disponsori Samsung. Waktu itu, Samsung masih melakukan penetrasi di kancah pasar elektronik Indonesia dengan jargon Samsung DigitAll, everyone's invited. Kini, setelah memiliki pangsa pasar yang jauh lebih besar dibanding 11 tahun lalu mereka kembali mengadakan gelaran serupa. Tidak hanya satu, tetapi tiga seri race di venue yang berbeda. 

Sangat menyenangkan bisa kembali memacu langkah dan melawan tantangan terberat: diri sendiri. Saya yang baru pertama kali turun ke Car Free Day sepanjang ruas Thamrin-Sudirman ini memulai cerita pertama dengan lomba S4 Run Series ini. Kejutan yang saya dapat hari ini adalah trek lari yang memutar di Semanggi. Artinya, pelari harus melewati tanjakan dan turunan penghubung Sudirman-Gatot Subroto. Itu adalah sebuah excitement tersendiri karena membutuhkan efforts yang tidak mudah buat saya yang biasa dengan trek yang datar-datar saja.

Happy Runner at his comeback.

Tidak ada perasaan lain yang bisa menggantikan kegembiraan ketika mencapai garis finish. Walau catatan waktu di Endomondo menunjukkan 34 menit 53 detik, jauh dibandingkan Halo Fit Night Run Juli kemarin dimana saya mencatat 24 menit 38 detik untuk jarak yang sama (5K). Anyway, it's not about how fast your pace, but it's all about challenge and pushing yourself to reach the finish line. I may not made my greatest time here but i did some personal best record (based on Endomondo tracking system). 
 

I know it's not much but this is more than i can spent (Sherina banget :D ) I'm happy. That's all.

OFFICIAL TIMING RESULT

Overall : 131/734
Gender : 109/389 (Male 5K)



Paninggilan, 1 September 2013.
Disclaimer Note: Trademarks mentioned in this post belong to their respective owners.

Jumat, 30 Agustus 2013

Monas Morning Run #2: The Comeback

Senang rasanya bisa kembali berlari di sekitar area Monas. Sebuah tempat yang sempat terlewatkan, padahal area Monas sudah lumrah dijadikan lokasi olahraga pagi setiap hari Jum'at. Banyak pegawai dari kalangan instansi pemerintah maupun swasta yang berkantor di bilangan Jalan Medan Merdeka memilih kawasan Monas sebagai tempat olahraga. Tidak terkecuali saya.



Setelah sukses dengan edisi perdana Monas Morning Run seminggu setelah Lebaran, saya tidak bisa melanjutkan lari pada minggu selanjutnya. Sebuah kesalahan ketika bangun tidur membuat gangguan di sekitar pinggul. Imbasnya, sendi-sendi kaki tidak bisa berfungsi secara normal. Setelah diperiksa, ternyata saya mengalami gangguan kaku sendi, yang mengakibatkan saya sangat sulit dan kesusahan untuk berjalan. Belum lagi ketika harus turun naik tangga. Seminggu kemarin itu jadi minggu paling tidak menyenangkan. Saya jadi tahu bahwa nikmat Tuhan itu tidak terletak pada hal-hal besar, justru malah ada pada hal-hal kecil. Seperti kemampuan untuk berjalan kaki, misalnya.

Hari ini, saya bisa kembali memulai latihan rutin yang terhenti akibat cedera kemarin. Saya tidak memaksakan diri untuk berlari jarak jauh. Saya berlari untuk membuktikan bahwa persendian di bagian kaki saya sudah kembali pulih. Sekaligus pula memastikan kondisi badan untuk persiapan mengikuti Samsung S4 Run Series #1 hari Minggu besok di fX.



Anyway, i just made my comeback. Thank God it's Friday and it feels great to be back running!

Paninggilan, 30 Agustus 2013.

Minggu, 28 Juli 2013

Ramadhan Halo Fit Night Run

Sometimes it's hard to keep on running
We work so much to keep it going
Don't make me want to give up 
Running – No Doubt


Setelah mengikuti Halo Fit Run Bandung dan sukses mencapai garis finish, saya mendapat notifikasi (via e-mail) untuk mengikuti gelaran serupa bertajuk Ramadhan Halo Fit Night Run. Kurang lebih 1300 pelari mengikuti road race malam hari ini. Halo Fit Night Run kali ini bertepatan dengan bulan Ramadhan. Start dimulai pukul 23.00 dimana Transjakarta sebagai pemilik jalur busway sudah menghentikan kegiatan operasinya.

Rute Lari Halo Fit Night Run 5K

Berlari dan Berbagi masih menjadi kredo Halo Fit Night Run. Berbeda dengan event sebelumnya dimana charity berbentuk sepasang sepatu sekolah, event Night Runkali  ini merupakan charity dimana setiap pelari menyumbang satu kotak nasi untuk setiap kilometer jarak yang ditempuh. Acara ini turut didukung pula oleh Garuda Finishers dan Yayasan Tunggadewi.

Garuda Finishers adalah komunitas pelari yang dibentuk oleh Mayor Inf. Agus Harimurti Yudhoyono, yang turut berpartisipasi sebagai salah satu komunitas lari yang memadukan para pelari sipil dan militer di tanah air. Sedangkan, Yayasan Tunggadewi adalah sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial yang dimotori oleh Annisa Larasati Pohan. Partisipasi Yayasan Tunggadewi dalam kegiatan kali ini merupakan kontribusi untuk berbagi dengan sesama, dengan membantu mendistribusikan 10.000 nasi kotak ke berbagai panti asuhan di wilayah Jabodetabek.

My First Night Run

Pre-Run Gigs, full of kit. Courtesy: Aji's BB

Saya bersyukur karena Jakarta memiliki jalur busway. Selain memang diperuntukkan bagi bis Transjakarta, jalur ini juga bermanfaat untuk dijadikan trek lari. Selama ini , saya melintasi jalur busway pulang-pergi kantor dengan Transjakarta tanpa pernah berpikir sekalipun tentang bagaimana rasanya berlari di jalur busway. Saya bersyukur (lagi) bahwa kesempatan itu akhirnya datang juga di Halo Fit Night Run ini. 


Night Run ini adalah satu tantangan tersendiri untuk saya, si pelari dadakan yang rajin latihan lari keliling seperempat wilayah kelurahan. Saya tidak hanya dituntut untuk mencapai garis finish lalu meraih medali saja. Pada lomba lari ini, saya harus membuktikan bahwa saya cukup fit untuk berlari sepanjang 5 KM dan memecahkan catatan waktu Halo Fit Run Bandung. Selain itu, berlari pada malam hari punya karakteristik yang berbeda dibandingkan morning run yang selalu saya lakukan setiap akhir pekan. Udara malam Jakarta tentu membawa segenap perasaan lain sehingga saya harus berusaha lebih keras dalam mempersiapkan diri untuk lari malam pertama saya.

Happy Runner at his first Night Run
Pada postingan sebelumnya tentang Halo Fit Run Bandung, saya menulis 3 alasan yang cukup esensial untuk mengikuti event lari itu yaitu Samsung Fun Run 5,7K 2002, Paninggilan Morning Run, dan Tes Kebugaran Fisik di Lakespra Mabes AU. Kini, selain alasan untuk menjaga kebugaran selama sisa hari bulan Ramadhan, saya pun menambahkan alasan ke-4 yang memotivasi untuk mencapai garis finish Halo Fit Night Run:

4. Memecahkan catatan waktu atas nama sendiri di Halo Fit Run Bandung 5K: 27 menit 28 detik.

Berangkat dari hal itu, saya terus memacu langkah. Minimal, tidak berhenti berlari sebelum tawaf di Bunderan HI. Peralatan lari yang saya gunakan terhitung masih sama seperti Halo Fit Run Bandung, kecuali Capdase Armband dan Reebok headband yang sengaja dibeli untuk event Night Run ini. Saya masih mengenakan sepatu Reebok Speedstep IV, Reebok wristband, dan kaus kaki Converse low. 
 
Afterfinish bersama Annisa Larasati Pohan, penggiat Yayasan Tunggadewi

Sebelum berlari di Night Run ini, saya pernah berjalan kaki dari kantor (Medan Merdeka Barat 8) ke Grand Indonesia dan memakan waktu 30 menit. Sehingga bertambah kuatlah alasan bagi saya untuk finish dengan waktu minimal 27 menit. Saya terus berlari walaupun kelelahan mulai mendera di KM 4 menjelang shelter busway Sarinah dan saya sempat berjalan kaki beberapa kali. Saya harus terus memacu karena tidak punya banyak waktu. Apalagi jam sudah menunjukkan 23.46 Waktu Iphone Bagian Barat, dan waktu saya hanya tinggal 8 menit untuk mencapai garis finish.


Menjelang garis finish, saya membayangkan diri saya sebagai Ricardo Kaka yang melakukan sprint sebelum mencetak gol ke gawang MU di semifinal Liga Champions 2006-2007. Walaupun dengan nafas hah-heh-hoh, saya berhasil finish. Saya berharap medali yang saya terima semalam adalah sebuah pembuktian lain bagi sebuah alasan. Bahwa apa yang saya lakukan tidaklah terlalu salah.

Official Timing Result



Note: 3 minutes ahead from previous Halo Fit Run Bandung 5K.


Paninggilan, 28 Juli 2013.

Disclaimer: all trademarks mentioned in this post are belong to their respective owners.

Minggu, 30 Juni 2013

Halo Fit Run Bandung: The Edge of Reason

Running, running as fast as we can. Do you think we'll make it? (Do you think we'll make it?)
We're running. Keep holding my hand. It's so we don't get separated.
Running - No Doubt

A tweet from @ninityunita 's timeline
 
Berlari & Berbagi. Itulah satu alasan kuat bagi saya untuk mengikuti Halo Fit Run ini. Lomba lari yang diadakan oleh Telkomsel dengan brand KartuHalo ini turut menyumbangkan 1800 sepatu sekolah untuk anak yatim piatu. Sepintas, hal ini mengingatkan saya pada film ‘Children of Heaven’, dimana Ali mengikuti lomba lari demi mendapatkan hadiah sepasang sepatu. Jadi, sekalian saya mencoba endurance yang selama ini dilatih melalui Paninggilan Morning Run setiap akhir pekan, saya juga (minimal) turut berbagi untuk mereka yang tidak punya sepatu untuk pergi ke sekolah. I have posted something about this, please visit this link


Kebiasaan untuk berolahraga lari sudah saya jalani sejak satu setengah tahun ini. Kebetulan, saya menjadi follower @ninityunita (formerly @istribawel) yang aktif mengikuti berbagai kegiatan/event dan berbagi informasi seputar olahraga lari. Misalnya saja, dari blogpost di istribawel.com saya jadi tahu bagaimana caranya memilih sepatu lari. Lari kini telah menjadi trending lifestyle. Sebagai alternatif untuk tetap berolahraga, menjaga kesehatan, dengan cara yang paling murah. She keeps inspiring me, huge thanks for that. Also, @ninityunita participating in this 10K race.

Halo Fit Run yang digelar di Bandung ini menarik perhatian saya sama seperti ketika tahu bahwa Sixpence None The Richer akan manggung di JavaRockingland 2013. Saya pun langsung melakukan registrasi dan tekun menunggu hingga waktu penukaran race pack. Tak lupa, sambil melakukan early warming-up; berhenti merokok, berhenti minum kopi, dan tidur tepat waktu. Personally, event ini saya anggap sebagai satu cara untuk tetap menjaga kebugaran menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

The Edge of Reason


Mengambil judul yang sama dengan sekuel film ‘Bridget Jones’s Diary 2’, ada beberapa alasan lain yang cukup esensial dan membuat saya bersemangat untuk ambil bagian di Halo Fit Run Road Race Bandung 5K ini. Here you go:

Pertama. As i told you above, saya butuh sebuah pembuktian dari Paninggilan Morning Run yang selalu saya lakukan setiap akhir minggu (bila sedang tidak pulang ke Bandung). Saya ingin membuktikan bahwa apa yang sudah saya lakukan itu ada hasilnya. Minimal, saya tidak berhenti berlari dari garis start di Gasibu hingga dua kilometer pertama di sekitar Jalan Ir. H. Djuanda (Dago). And it happened! :D

Kedua. Hasil Tes Kebugaran di Lakespra Mabes TNI AU. Tes ini mengharuskan peserta diklat untuk melakukan lari sejauh 10 lap lapangan atau 4 km, dalam waktu sesingkatnya. Kebetulan, saya berhasil masuk 10 besar (10 out of 40) pada tes yang diadakan pada suatu sore di bulan April lalu. Sebuah catatan yang tidak terlalu mengecewakan.

Ketiga. Samsung Fun Run 5.7K 2002. Jauh sebelum Halo Fit Run ini digelar, saya sudah pernah mengikuti lomba lari semacam ini. Jarak dan rute yang ditempuh pun tidak jauh berbeda. Hanya saja, umur saya sudah jauh beranjak.


Beranjak dari tiga alasan diatas, saya mulai menyemangati diri sendiri untuk berhasil masuk garis finish sejak selesai proses registrasi. Saya ingin membuktikan apakah saya mampu untuk mencapai tujuan akhir dari lomba ini. Apalagi, kini saya berlari di Bandung, dimana saya bisa menikmati kembali udara segar pagi hari yang khas. Alhamdulillah, saya berhasil finish. Entah di urutan keberapa dari berapa. Yang jelas, sebuah medali menjadi pengakuan sekaligus pembuktian bahwa keputusan yang saya ambil tidaklah terlalu salah.


Official Timing Result:



Pharmindo, 30 Juni 2013.


Note: all trademarks mentioned in this post belong to their respective owners.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...