Kamis, 23 Juli 2026

Ringkasan De Java Oorlog

Sumber Gambar: www.goodreads.com

 
Berawal dari satu podcast yang menampilkan Ustadz Salim A. Fillah sebagai bintang tamunya, saya merasa penasaran dengan sosok seorang Pangeran Diponegoro. Beliau mengatakan bahwa Pangeran Diponegoro rajin menulis yang di kemudian hari menjadi catatan sejarah. Waktu itu saya belum tahu bahwa Babad Diponegoro adalah hasil tulisan Pangeran Diponegoro sendiri. Pardon me!

Ust. Salim sedikit menyinggung tentang kisah Perang Jawa atau Perang Diponegoro yang dalam buku-buku sejarah ditulis berlangsung sejak tahun 1825 hingga 1830 silam. Dulu, waktu sekolah saya pikir perang itu hanya perang biasa saja yang kebetulan menghabiskan pundi keuangan VOC. Namun, in this economy dan setelah menyimak penjelasan Ust. Salim pandangan saya berubah. Saya sedikit mendapat gambaran mengapa VOC bisa habis banyak saat itu.

Saya berharap buku ini dapat memberi sedikit tambahan gambaran tentang buku "De Java Oorlog" yang aslinya ditulis seorang Belanda. Alhasil, sepanjang pembacaan setengah buku saya belum mendapatkannya. I still didn't get the point. Setengah buku masih membahas latar belakang Pangeran Diponegoro beserta kronik-kronik dan polemik yang terjadi di Keraton Ngayogyakarto.

Konflik meninggi di bagian setengah kedua, dengan Pangeran Diponegoro yang mulai menjalankan siasat perang melawan Belanda. Tensi mereda ketika Sang Pangeran mulai ditinggalkan oleh pengikutnya. Ada banyak teori yang dapat menjelaskan penyebabnya. Entah karena Sang Pangeran punya keinginan untuk mendirikan Kraton Diponegoro dan melenceng dari tujuan utama perjuangannya yang jihad fi sabilillah atau karena tekanan Belanda terhadap perjuangan perlawanan.

Memang buku ini belum dapat memberi gambaran bagaimana dahsyatnya perlawanan Sang Pangeran. Namun, setidaknya pembaca dapat memahami latar belakang kejadian seputar peperangan. Walaupun begitu, akhir dari perjuangan Sang Pangeran sesuai dengan yang diceritakan oleh banyak buku sejarah. Pangeran Diponegoro ditangkap dan ditawan ketika bersedia melakukan perundingan dengan Belanda. Persis dengan dua lukisan yang menggambarkan peristiwa tersebut. Satu versi pelukis Belanda dan satu lagi versi pelukis Jawa.

Personally, saya mendapatkan gambaran "devide et impera" yang lebih nyata sepanjang pembacaan buku ini. Belanda memecah belah segala aspek sosial kemasyarakatan yang sudah ada. Imbasnya, jangan heran apabila ternyata sesama kita juga yang menjadi penindas sesama. Saya berharap pembaca tidak berhenti disini. 

Buku ini belum mampu menjawab rasa penasaran saya tentang bagaimana perang ini dapat membuat kondisi keuangan Belanda menjadi goyah. Perlu pembacaan lebih lanjut terhadap daftar pustaka yang saling berhubungan seperti "De Java Oorlog", "Babad Diponegoro", dan "Kuasa Ramalan". Harapannya, supaya memori sejarah bangsa tetap terjaga dan menjadi nilai yang dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Judul         : De Java Oorlog: Rangkuman Kronik Perang Jawa 1825-1830
Penulis      : Abdul Rohim
Penerbit    : Anak Hebat Indonesia
Tahun        : 2022
Tebal         : 182 hal.
Genre        : Sejarah-Indonesia
 

Ciputat-Benda, 23 Juli 2026

Selasa, 21 Juli 2026

Tough Choices

Sumber Gambar: Koleksi Pribadi

Carly Fiorina? Siapa? Saya tidak pernah tahu tentangnya. Pun, apa pentingnya dia bagi dunia hingga harus ada buku yang ditulis mengenai perempuan ini.

Buku ini mencuri perhatian saya ketika saya masih menjadi Pustakawan di satu sekolah di bilangan Kelapa Gading medio 2009 silam. Ada seorang siswa yang meminjam buku ini dan mengembalikannya dua hari kemudian. Sangat cepat sekali untuk ukuran buku berbahasa Inggris setebal 336 halaman. Itu hanya perasaan saya saja, mungkin karena saya terlalu lambat untuk membaca buku mancanegara.

Sebelum menyimpan ke dalam rak, saya membaca sekilas buku ini. Berkisah tentang seorang CEO Hewlett-Packard dan segala problematikanya dalam industri teknologi informasi yang saat itu masih male-dominated field. Menarik karena Carly Fiorina tidak tumbuh dalam ekosistem bidang tersebut. Ia tidak lulus dari Jurusan Hukum pada usia 23 tahun dan tiba-tiba 22 tahun kemudian dinobatkan sebagai "The Most Powerful Woman in Business" dan direkrut oleh Hewlett-Packard atau yang biasa kita kenal sebagai HP. Ia perempuan pertama yang berhasil menjadi CEO di Fortune 20 Company-sebuah daftar prestis.

Carly tiba di HP dengan segala problematika bisnis yang dihadapi saat itu. HP memiliki banyak lini produk. Setiap lini produk memiliki sistemnya masing-masing: produksi, customer service, maintenance, sales. Hal pertama yang dapat diidentifikasi Carly dengan cepat dan menjadi prioritasnya untuk menggabungkan berbagai lini produk ini agar terintegrasi, sistematis, dan efisien.

The next big thing yang ia lakukan adalah melepas lini bisnis yang tidak lagi mendukung bisnis utama perusahaan dan melakukan akuisisi bisnis lain yang strategis. Carly tidak ingin HP kalah lagi dari seteru utamanya, IBM dan Dell. Carly ingin HP kembali great again! Tentu dengan caranya sendiri yang jadi satu bab sendiri dalam buku ini: The Journey, Not the Destination. Singkatnya, Carly percaya pada proses yang dikerjakan timnya sehingga dia dapat melihat dimana posisi HP pada lima tahun mendatang.

Saya sangat menikmati pembacaan buku ini walau senpat beberapa kali putus sambung karena berbagai alasan. Saya mendapatkan banyak insight bagaimana menjalankan sebuah korporasi dengan berbagai lini produk dan bisnis, serta jangan lupakan juga bagaimana cara untuk mengatur dan mengelola sekian banyak pekerja yang telah berkontribusi pada perusahaan. Dari pengamatan terbatas, Carly berusaha melakukan seperti apa yang diajarkan dalam naskah-naskah buku manajemen modern. Carly menerapkan Prinsip 3C, yaitu: Character, Capability, dan Collaboration. Hal itu selalu diulangnya dalam menghadapi tantangan bisnis yang dikelolanya.

Gugatan besar Carly Fiorina dalam buku ini adalah tentang pemecatannya. Selama menjabat di HP, Carly sudah sering menjadi subjek debat dan spekulasi yang tak pernah berakhir. Ia tidak pernah berbicara kepada publik tentang bagaimana menghadapi hal-hal krusial di HP secara detail. Namun, ketika berita pemecatannya beredar Carly tidak pernah mendapatkan penjelasan tentang alasan-alasan pemberhentiannya.

Secara garis besar, buku ini tidak hanya sekedar menampilkan potret karikatur dari seorang CEO perempuan dalam dunia bisnis. Lebih dari itu, buku ini menceritakan bagaimana Carly Fiorina menghadapi berbagai "Tough Choices" dalam setiap aspek kehidupannya.

Sebagai penutup, saya selalu suka bagian dari prolog buku ini. Sebagai pengingat langkah-langkah yang telah diambil.

"I felt all these things, but after a lifetime of fears i was not afraid. I had done what i thought was right. I had given everything i had to something i believed in. I had made mistakes, but i had made a difference. I was at peace with my choices and their consequences. My soul was still my own." 

Dibuang Sayang

Saya mulai membaca buku ini sejak masih menggunakan Blackberry 9790 hingga akhirnya pembacaan selesai dan sudah berganti ponsel menjadi Blackberry Q10. Mengetik merupakan sesuatu yang menyenangkan dilakukan dengan Blackberry. Tak lepas ketika saya menemukan quotes yang bagus dari buku ini. Saya beruntung masih bisa menemukan catatan dari ponsel lama itu dan menuliskannya kesini.

...life is about the journey, not the destination. The steps along the way are what make us who we are... (Page 85).


Sometimes the riskier choice gives you a better opportunity to prove yourself to others, and you'll always prove something important to yourself. You'll know yourself and those you work either. (Page 58)
 

All triumphs are made of the same stuff: the right support, the right team, the determination to achieve the goal, lots of really hard work. And all triumphs are much more about choice than they are about chance. (Page 79)

Judul         : Tough Choices: A Memoir
Penulis      : Carly Fiorina
Penerbit    : Portfolio Hardcover
Tahun        : 2006
Tebal         : 336 hal.
Genre        : Biografi-Memoar


Ciputat, 21 Juli 2026.

 

 

Kamis, 16 Juli 2026

Layar Kata Sebagai Pengingat Sejarah

Sumber Gambar: Koleksi Pribadi

Layar Kata. Sebuah judul buku yang saya kenal lewat sebuah siaran radio. Waktu itu, ba'da Isya di sebuah acara berjudul "Sky Book Club" dan kalau tidak salah pada siaran perdananya. Saya menyimak karena si penulis Layar Kata adalah Seno Gumira Ajidarma. Seorang penulis yang berhasil membuat saya terpesona dengan Sepotong Senja Untuk Pacarku. Namun, Layar Kata ini saya baru tahu dan tiba-tiba saja sudah dinyatakan sebagai buku langka. Ya, saat itu sudah tidak ada lagi buku barunya di Palasari.

Seorang teman kuliah pernah bertanya kepada saya tentang buku referensi tentang perfilman Indonesia. Saya dengan pasti menjawab "Layar Kata, aja. Tapi, udah nggak ada barunya. Cari aja di perpus atau pinjam punya siapa gitu...". Satu hal yang akhirnya membuat dia berterima kasih kepada saya usai skripsinya selesai dan lulus. Saya mendapatkan buku ini dari marketplace dalam kondisi bekas tetapi masih sangat acceptable dengan beberapa coretan dari pemilik sebelumnya. Mungkin, pemilik lamanya juga sedang menulis skripsi. Minimal, membuat tugas tentang perfilman Indonesia.

Mau tidak mau, memang Layar Kata dapat dijadikan referensi perfilman Indonesia. Mungkin ada lebih banyak buku lainnya. Terlebih, pembaca bisa sekalian belajar tentang penulisan skenario sekaligus analisis substansi maupun tekstual. Bukan hanya itu saja. Pembaca mendapatkan "bonus" penggalan 20 skenario Pemenang Piala Citra Festival Film Indonesa dari tahun 1973 hingga tahun 1992, which is, really great! Setidaknya, pembaca jadi tahu sebab judul-judul film yang pernah berjaya di masanya serta beberapa sutradara terkenal macam Arifin C. Noer, Teguh Karya, dan Putu Wijaya. Ini sangat penting untuk kelangsungan sejarah Republik Indonesia. Utamanya, dalam bidang perfilman.

Saya sendiri dapat membaca dan menemukan bagaimana perkembangan film Indonesia dalam rentang waktu tersebut. Rentang waktu yang cukup panjang. Sama panjangnya dengan riwayat film Indonesia yang comeback dengan rilisnya "Ada Apa Dengan Cinta". I will say that buku ini adalah sebuah kombinasi yang menarik. Sebuah kombinasi antara analisis penulisan skenario dalam perbincangan akademis yang ditulis dengan selera sastra. Layar Kata awalnya adalah sebuah skripsi yang ditulis mengikuti kaidah akademis mampu bertransformasi menjadi sebuah buku dinamis yang dapat dinikmati khalayak ramai secara lebih luas. 

 

Judul        : Layar Kata: Menengok 20 Skenario Pemenang Piala Citra 
                   Festival Film Indonesia 1973-1992
Penulis     : Seno Gumira Ajidarma
Penerbit    : Yayasan Bentang Budaya
Tahun        : 2000
Tebal        : 268 hal.
Genre        : Film
 
Ciputat, 8 Mei 2026 

 

Jumat, 08 Mei 2026

Saya Tidak Menyangka Bahwa Andrea Pirlo Bisa Menulis Buku!

Saya sangat senang mendapati buku dari pemain sepakbola favorit saya. Andrea Pirlo pemilik nomor punggung 21 yang begitu masyhur di masanya bersama AC Milan. Seorang maestro yang bermain di lini tengah, yang selalu membuat pertandingan menjadi begitu hidup dan menarik. Seolah taktik Ancelotti hanya berlaku pada saat team talk saja.


 
Sumber Gambar: Koleksi Pribadi

Ada banyak momen yang diceritakan Pirlo dalam buku ini. Kesehariannya, tentu saja tanding Playstation bersama Nesta, bermain untuk Brescia, Internazionale, AC Milan, dan Juventus. Tak kelewatan ketika merasakan trofi Piala Dunia pada tahun 2006 serta bagaimana  mendukung seorang Balotelli yang ucap kali terkena sindiran rasis dari penonton. 

Buku ini merangkum  Andrea Pirlo sebagai sebuah pribadi yang utuh. Seorang manusia yang tidak hanya piawai mengolah bola di lapangan hijau. Memoar pribadinya mengangkat kisah-kisah unik sepanjang perjalanan kariernya. Tentang tawaran-tawaran dari berbagai klub yang menginginkannya hingga rasa sedih yang sering dirasakannya.

Melalui memoar semacam ini, kita harus pandai menempatkan diri. Entah menjadi seorang penonton sepakbola dan fans yang baik atau sekedar menjadi pembaca yang mencoba memahami isi buku. Barangkali, saya harus membaca buku aslinya (dalam bahasa Italia) supaya saya benar-benar paham kalau memoar singkat ini tidak hanya selalu tentang sepakbola-utamanya hidup.

Judul        : I Think Therefore I Play (Penso Quindi Gioco)
Penulis     : Andrea Pirlo, Alessandro Alciato
Penerbit    : Kepustakaan Populer Gramedia
Tahun        : 2016
Tebal        : 173 hal.
Genre        : Biografi-Memoar
 
Ciputat, 8 Mei 2026 




LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...