Selasa, 21 Juli 2026

Tough Choices

Sumber Gambar: Koleksi Pribadi

Carly Fiorina? Siapa? Saya tidak pernah tahu tentangnya. Pun, apa pentingnya dia bagi dunia hingga harus ada buku yang ditulis mengenai perempuan ini.

Buku ini mencuri perhatian saya ketika saya masih menjadi Pustakawan di satu sekolah di bilangan Kelapa Gading medio 2009 silam. Ada seorang siswa yang meminjam buku ini dan mengembalikannya dua hari kemudian. Sangat cepat sekali untuk ukuran buku berbahasa Inggris setebal 336 halaman. Itu hanya perasaan saya saja, mungkin karena saya terlalu lambat untuk membaca buku mancanegara.

Sebelum menyimpan ke dalam rak, saya membaca sekilas buku ini. Berkisah tentang seorang CEO Hewlett-Packard dan segala problematikanya dalam industri teknologi informasi yang saat itu masih male-dominated field. Menarik karena Carly Fiorina tidak tumbuh dalam ekosistem bidang tersebut. Ia tidak lulus dari Jurusan Hukum pada usia 23 tahun dan tiba-tiba 22 tahun kemudian dinobatkan sebagai "The Most Powerful Woman in Business" dan direkrut oleh Hewlett-Packard atau yang biasa kita kenal sebagai HP. Ia perempuan pertama yang berhasil menjadi CEO di Fortune 20 Company-sebuah daftar prestis.

Carly tiba di HP dengan segala problematika bisnis yang dihadapi saat itu. HP memiliki banyak lini produk. Setiap lini produk memiliki sistemnya masing-masing: produksi, customer service, maintenance, sales. Hal pertama yang dapat diidentifikasi Carly dengan cepat dan menjadi prioritasnya untuk menggabungkan berbagai lini produk ini agar terintegrasi, sistematis, dan efisien.

The next big thing yang ia lakukan adalah melepas lini bisnis yang tidak lagi mendukung bisnis utama perusahaan dan melakukan akuisisi bisnis lain yang strategis. Carly tidak ingin HP kalah lagi dari seteru utamanya, IBM dan Dell. Carly ingin HP kembali great again! Tentu dengan caranya sendiri yang jadi satu bab sendiri dalam buku ini: The Journey, Not the Destination. Singkatnya, Carly percaya pada proses yang dikerjakan timnya sehingga dia dapat melihat dimana posisi HP pada lima tahun mendatang.

Saya sangat menikmati pembacaan buku ini walau senpat beberapa kali putus sambung karena berbagai alasan. Saya mendapatkan banyak insight bagaimana menjalankan sebuah korporasi dengan berbagai lini produk dan bisnis, serta jangan lupakan juga bagaimana cara untuk mengatur dan mengelola sekian banyak pekerja yang telah berkontribusi pada perusahaan. Dari pengamatan terbatas, Carly berusaha melakukan seperti apa yang diajarkan dalam naskah-naskah buku manajemen modern. Carly menerapkan Prinsip 3C, yaitu: Character, Capability, dan Collaboration. Hal itu selalu diulangnya dalam menghadapi tantangan bisnis yang dikelolanya.

Gugatan besar Carly Fiorina dalam buku ini adalah tentang pemecatannya. Selama menjabat di HP, Carly sudah sering menjadi subjek debat dan spekulasi yang tak pernah berakhir. Ia tidak pernah berbicara kepada publik tentang bagaimana menghadapi hal-hal krusial di HP secara detail. Namun, ketika berita pemecatannya beredar Carly tidak pernah mendapatkan penjelasan tentang alasan-alasan pemberhentiannya.

Secara garis besar, buku ini tidak hanya sekedar menampilkan potret karikatur dari seorang CEO perempuan dalam dunia bisnis. Lebih dari itu, buku ini menceritakan bagaimana Carly Fiorina menghadapi berbagai "Tough Choices" dalam setiap aspek kehidupannya.

Sebagai penutup, saya selalu suka bagian dari prolog buku ini. Sebagai pengingat langkah-langkah yang telah diambil.

"I felt all these things, but after a lifetime of fears i was not afraid. I had done what i thought was right. I had given everything i had to something i believed in. I had made mistakes, but i had made a difference. I was at peace with my choices and their consequences. My soul was still my own." 

Dibuang Sayang

Saya mulai membaca buku ini sejak masih menggunakan Blackberry 9790 hingga akhirnya pembacaan selesai dan sudah berganti ponsel menjadi Blackberry Q10. Mengetik merupakan sesuatu yang menyenangkan dilakukan dengan Blackberry. Tak lepas ketika saya menemukan quotes yang bagus dari buku ini. Saya beruntung masih bisa menemukan catatan dari ponsel lama itu dan menuliskannya kesini.

...life is about the journey, not the destination. The steps along the way are what make us who we are... (Page 85).


Sometimes the riskier choice gives you a better opportunity to prove yourself to others, and you'll always prove something important to yourself. You'll know yourself and those you work either. (Page 58)
 

All triumphs are made of the same stuff: the right support, the right team, the determination to achieve the goal, lots of really hard work. And all triumphs are much more about choice than they are about chance. (Page 79)

Judul         : Tough Choices: A Memoir
Penulis      : Carly Fiorina
Penerbit    : Portfolio Hardcover
Tahun        : 2006
Tebal         : 336 hal.
Genre        : Biografi-Memoar


Ciputat, 21 Juli 2026.

 

 

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...