![]() |
| Sumber Gambar: Koleksi Pribadi |
Carly Fiorina? Siapa? Saya tidak pernah tahu tentangnya. Pun, apa
pentingnya dia bagi dunia hingga harus ada buku yang ditulis mengenai
perempuan ini.
Buku ini mencuri perhatian saya ketika saya masih
menjadi Pustakawan di satu sekolah di bilangan Kelapa Gading medio 2009
silam. Ada seorang siswa yang meminjam buku ini dan mengembalikannya
dua hari kemudian. Sangat cepat sekali untuk ukuran buku berbahasa
Inggris setebal 336 halaman. Itu hanya perasaan saya saja, mungkin
karena saya terlalu lambat untuk membaca buku mancanegara.
Sebelum
menyimpan ke dalam rak, saya membaca sekilas buku ini. Berkisah tentang
seorang CEO Hewlett-Packard dan segala problematikanya dalam industri
teknologi informasi yang saat itu masih male-dominated field. Menarik
karena Carly Fiorina tidak tumbuh dalam ekosistem bidang tersebut. Ia
tidak lulus dari Jurusan Hukum pada usia 23 tahun dan tiba-tiba 22 tahun
kemudian dinobatkan sebagai "The Most Powerful Woman in Business" dan
direkrut oleh Hewlett-Packard atau yang biasa kita kenal sebagai HP. Ia
perempuan pertama yang berhasil menjadi CEO di Fortune 20 Company-sebuah
daftar prestis.
Carly tiba di HP dengan segala problematika
bisnis yang dihadapi saat itu. HP memiliki banyak lini produk. Setiap
lini produk memiliki sistemnya masing-masing: produksi, customer
service, maintenance, sales. Hal pertama yang dapat diidentifikasi Carly
dengan cepat dan menjadi prioritasnya untuk menggabungkan berbagai lini
produk ini agar terintegrasi, sistematis, dan efisien.
The next
big thing yang ia lakukan adalah melepas lini bisnis yang tidak lagi
mendukung bisnis utama perusahaan dan melakukan akuisisi bisnis lain
yang strategis. Carly tidak ingin HP kalah lagi dari seteru utamanya,
IBM dan Dell. Carly ingin HP kembali great again! Tentu dengan caranya
sendiri yang jadi satu bab sendiri dalam buku ini: The Journey, Not the
Destination. Singkatnya, Carly percaya pada proses yang dikerjakan
timnya sehingga dia dapat melihat dimana posisi HP pada lima tahun
mendatang.
Saya sangat menikmati pembacaan buku ini walau senpat
beberapa kali putus sambung karena berbagai alasan. Saya mendapatkan
banyak insight bagaimana menjalankan sebuah korporasi dengan berbagai
lini produk dan bisnis, serta jangan lupakan juga bagaimana cara untuk
mengatur dan mengelola sekian banyak pekerja yang telah berkontribusi
pada perusahaan. Dari pengamatan terbatas, Carly berusaha melakukan
seperti apa yang diajarkan dalam naskah-naskah buku manajemen modern.
Carly menerapkan Prinsip 3C, yaitu: Character, Capability, dan
Collaboration. Hal itu selalu diulangnya dalam menghadapi tantangan
bisnis yang dikelolanya.
Gugatan besar Carly Fiorina dalam buku
ini adalah tentang pemecatannya. Selama menjabat di HP, Carly sudah
sering menjadi subjek debat dan spekulasi yang tak pernah berakhir. Ia
tidak pernah berbicara kepada publik tentang bagaimana menghadapi
hal-hal krusial di HP secara detail. Namun, ketika berita pemecatannya
beredar Carly tidak pernah mendapatkan penjelasan tentang alasan-alasan
pemberhentiannya.
Secara garis besar, buku ini tidak hanya
sekedar menampilkan potret karikatur dari seorang CEO perempuan dalam
dunia bisnis. Lebih dari itu, buku ini menceritakan bagaimana Carly
Fiorina menghadapi berbagai "Tough Choices" dalam setiap aspek
kehidupannya.
Sebagai penutup, saya selalu suka bagian dari prolog buku ini. Sebagai pengingat langkah-langkah yang telah diambil.
"I
felt all these things, but after a lifetime of fears i was not afraid. I
had done what i thought was right. I had given everything i had to
something i believed in. I had made mistakes, but i had made a
difference. I was at peace with my choices and their consequences. My
soul was still my own."
Dibuang Sayang
Saya mulai membaca buku ini sejak masih menggunakan Blackberry 9790 hingga akhirnya pembacaan selesai dan sudah berganti ponsel menjadi Blackberry Q10. Mengetik merupakan sesuatu yang menyenangkan dilakukan dengan Blackberry. Tak lepas ketika saya menemukan quotes yang bagus dari buku ini. Saya beruntung masih bisa menemukan catatan dari ponsel lama itu dan menuliskannya kesini.
...life is about the journey, not the destination. The steps along the way are what make us who we are... (Page 85).
Sometimes the riskier choice gives you a better opportunity to prove yourself to others, and you'll always prove something important to yourself. You'll know yourself and those you work either. (Page 58)
All triumphs are made of the same stuff: the right support, the right team, the determination to achieve the goal, lots of really hard work. And all triumphs are much more about choice than they are about chance. (Page 79)
Penulis : Carly Fiorina
Penerbit : Portfolio Hardcover
Tahun : 2006
Tebal : 336 hal.
Genre : Biografi-Memoar
Ciputat, 21 Juli 2026.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar