Tampilkan postingan dengan label obituari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label obituari. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Januari 2018

Selamat Jalan, Sys NS

Sumber gambar: www.hitsfromthe80sand90s.com
Tidak banyak yang saya tahu soal Sys NS, selain mendiang adalah sebagai aktor yang besar bersama Radio Prambors dengan kelompok lawaknya Sersan Prambors bersama Mukhlis Gumilang, Pepeng, Krisna, dan Nana Krip sebagai punggawanya. Selain itu, saya hanya tahu bahwa mendiang juga adalah seorang politisi.

Kabar duka itu tiba usai gempa 6,1 Skala Richter mengguncang Ibukota. Lama tak terdengar kabar darinya, almarhum dikabarkan  meninggal dunia akibat serangan jantung.

Aktor bernama lengkap Raden Mas Haryo Heroe Syswanto Ns. Soerio Soebagio ini lahir di Semarang pada 18 Juli 1956. Almarhum meninggalkan seorang istri berserta 3 orang anak dan 2 orang cucu. Ia ditemukan tidak sadarkan diri di rumahnya sebelum dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah.

Anyway, kepergian Sys NS  kembali merundung dunia kesenian kita. Namun bagaimanapun, kenangan akan selalu jadi warisan yang menyenangkan. Selamat jalan, semoga dilapangkan jalan Om Sys.

Blok M, 24 Januari 2018.

Selasa, 16 Januari 2018

Selamat Jalan, Habib

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Umat Islam kembali berduka dengan meninggalnya Habib Abdurrahman Muhammad yang merupakan cucu Habib Ali Kwitang meninggal dunia kemarin (Senin, 15/01) di Pondok Gede. Almarhum meninggal dunia selepas Isya di Rumah Sakit Haji Pondok Gede.

Habib Abdurrahman merupakan penerus dakwah dan pimpinan Majelis Ta'lim Habib Ali Al Habsyi di Kwitang. Ia wafat di usia 75 tahun. Almarhum adalah putra kedua dari tujuh bersaudara. Beliau dimakamkan di Pemakaman Keluarga di Masjid Al Riyadh.

Mendengar kabar meninggalnya Habib Kwitang membuat saya tiba-tiba teringat pada satu Hadits Rasulullah SAW. Sungguh bahwasanya Allah SWT menggenggam ilmu dengan mewafatkan para Ulama. Dalam pikiran selintas, meninggalnya Habib Abdurrahman ini jadi penanda. Sebuah tanda bahwa zaman semakin tua. Allah SWT telah menunjukkan tanda-tanda kuasaNya.

Semoga Habib ditempatkan bersama orang-orang saleh di surga Allah SWT. Semoga dilapangkan alam kuburnya. Semoga jamaah yang ditinggalkan senantiasa bersabar dan mengamalkan ajaran-ajaran beliau.

Cipayung, 16 Januari 2018.

RIP Dolores



Awal tahun 2018 ini dunia musik internasional kembali kehilangan seorang frontman. Dunia panggung kehilangan Dolores O'Riordan, vokalis band The Cranberries. Perempuan asal Irlandia itu meninggal dalam usia 46 tahun di London. Rencananya, ia akan berada disana dalam rangka sesi rekaman pendek.

Pelantun hits terkenal seperti 'Dreams', 'Zombie', 'Salvation', 'Linger', 'Promises', dan 'Just My Imagination' ini merupakan seorang panutan bagi setiap penggemarnya. Dolores juga adalah sosok inspirasional bagi band-band yang memiliki vokalis perempuannya. Menurut kantor berita Reuters seperti dikutip Rolling Stone, penyebab kematiannya masih belum dapat diketahui dan masih dalam status 'unexplained'.

Dolores berkiprah bersama The Cranberries sejak tahun 1989 silam. Dengan segala prestasi yang mereka capai majalah Rolling Stone sempat menamai mereka 'Ireland's Biggest Musical Export since U2'. Tidak berlebihan rasanya mengingat perjalanan mereka hingga saat ini Dolores tidak lagi bersama.

Saya turut merasakan sendiri bagaimana sulitnya memilih lagu apabila membentuk 'band dadakan' dengan vokalis perempuan semasa sekolah dulu. Mau ikut The Corrs rasanya terlalu sulit dan kompleks. Jarang ada anak perempuan mau menyumbangkan suaranya untuk mengimbangi vokal Andrea Corrs. Jadi, memainkan satu dari sekian hits The Cranberries adalah pilihan yang paling masuk akal. Penonton tidak akan terlalu peduli apakah vokalnya fals atau terlalu rendah. They will still hear the band playing.

Anyway, si anak tunggal dari tujuh bersaudara ini telah tiada. Namun, jejak langkahnya telah memberikan energi dan inspirasi. Goodbye, Dolores. You are now free from their tanks and their bombs.

Jurangmangu, 16 Januari 2018.

Sabtu, 06 Januari 2018

Selamat Jalan, Om Yon

Sumber gambar: musixmatch.com
Jum'at pagi ini saya seakan tidak percaya ketika membaca running text sebuah stasiun televisi. Isi berita nan singkat itu ibarat sebuah pesan telegram: Yon Koeswoyo meninggal dunia.

Tulisan ini dibuat pada Jum'at malam saat acara "Mengenang Yon Koeswoyo" disiarkan Lembaga Penyiaran Publik tercinta kita. Sebuah pentas kecil yang mengulang kembali kejayaan Koes Plus dengan menampilkan generasi kedua mereka. Acara yang juga menandai perjalanan 30 tahun Koes Plus berkarya. Om Yon terlihat masih segar.

Saya mulai akrab dengan karya Koes Plus lewat album 'Pantun Berkait' yang sering diputar Bapak selepas adzan Isya. Lirik lagu 'Perasaank begitu mengena pada saya. Pun, 'Tangis Dihatiku'. Suara Om Yon selalu terngiang-ngiang setiap ingat lagu-lagu itu.

Saya belum paham betul sebab meninggalnya Om Yon. Saya belum membaca berita apapun mengenai kabar duka ini. Apapun itu, Om Yon kini meninggalkan kita dan telah beristirahat bersama dengan Om Tonny dan Om Murry.

Om Yon telah pergi, entah dengan menitipkan tangis dihatinya atau tidak. Namun, beban hidupnya kini tak lagi berat karena betapa megah hidupnya kau bilang, dalam tidurmu semua akan hilang. 


Medan Merdeka Barat, 5 Januari 2018.



Selasa, 12 Desember 2017

Maknyus!

Sumber gambar: www.klikdokter.com
Siapa yang tidak kenal dengan istilah "Maknyus!" a la Bondan Winarno, saat membawakan acara kuliner di sebuah program televisi swasta. Tak heran, ungkapan kenikmatan itu menjadi trendsetter dan menandai dimulainya era acara perkulineran di layar kaca. Pria bernama lengkap Bondan Haryo Winarno ini menjadi sebuah ikon untuk cita rasa. Tidaklah berlebihan karena pemirsa selalu menunggu kemana ia akan pergi menyantap hidangan.

Perjalanan Bondan Winarno dimulai dengan menjadi seorang jurnalis. Naluri kewartawanannya menjadi bekal istimewa sehingga membuat penonton menggemari petualangan kuliner. Jauh sebelum terkenal sebagai pembawa acara, mendiang memang sudah merintis sebuah komunitas bernama Jalansutra sebuah wahana bagi penikmat wisata boga di Indonesia. Mendiang pun turut berkontribusi pada dunia sastra. Beberapa tulisannya muncul dalam kompilasi/kumpulan cerita dan novel.

Saya masih menjadi follower @PakBondan di Twitter dan saya melewatkan bagian-bagian terakhir hidupnya. Saya tidak tahu apa yang dicuitkannya. Berita duka yang tiba di penghujung November seakan menjadi penegas bagi 'November Rain' yang turun deras saat itu. Ikon kuliner itu meninggalkan kita semua karena penyakit vaskular (aneurisma) yang dideritanya. 

Selamat jalan, Pak Bondan. Terima kasih telah meninggalkan warisan kepada kami untuk terus mencintai kuliner lokal. 


Cipayung, 29 November 2017.


 

Jumat, 28 Juli 2017

RIP Chester Bennington

Captured from Linkin Park's Faint on Youtube
Kabar duka yang datang di Jumat (21/7) pagi sempat membuat bulu kuduk saya merinding. Saya merasa bahwa maut kian dekat, semakin dekat setelah kepergian Chester Bennington. Vokalis Linkin Park ini bukanlah teman satu sekolah saya. Namun, penampilan Chester selalu jadi trendsetter untuk anak muda di zaman saya sekolah. Rambut zigzag spiky menjadi ciri khas yang booming saat itu sejak kemunculan album pertama mereka 'Hybrid Theory'.

Berbeda dengan Mike Shinoda dan DJ Hahn yang memiliki beberapa side project, saya belum pernah mendengar kabar Chester Bennington membentuk satu project lain di luar Linkin Park. Pernah sekali saya menonton video live di Youtube dimana Chester sendirian memainkan keyboard membawakan 'Pushing Me Away'. Ternyata, itu adalah bagian dari konser Live in London.

Chester Bennington meninggal dunia setelah menggantung dirinya sendiri. Entah seolah ingin meninggalkan pesan, banyak beredar kabar tentang posting terakhirnya di media sosial adalah terkait dengan tindakan suicidal yang diambilnya. Mengingatkan saya pada kematian Kurt Cobain (I hate myself and I want to die) dan Chris Cornell.

Chester Bennington ternyata ditengarai memiliki masalah yang sama dengan sahabatnya, Chris Cornell yang lebih dulu meninggal dunia. Ketergantungan pada obat-obatan terlarang dan alkohol telah membuat mereka kembali ke masa lalunya, merasakan apa yang tertinggal, dan mencari jalan keluar dengan mengakhiri hidup.

The fate had finally found you, Chester.
I don't know whose voice you've heard.

Once you've said: "...give me reason to prove me wrong...*)"
I don't even know what makes you wrong.

Rest in peace, Chester. You will always be remembered.


Jurangmangu, 21 Juli 2017.

*) penggalan lirik 'New Divide' from OST Transformers 2

Jumat, 30 Juni 2017

Selamat Tinggal, Jupe

10 Juni 2017, Julia Perez meninggal dunia. Perempuan bernama asli Yulia Rachmawati itu menghembuskan nafas terakhirnya di RSCM. Penyakitnya telah membuat Jupe semakin lemah hingga akhirnya wafat.

Jupe sendiri sudah malang melintang di dunia hiburan tanah air untuk waktu yang cukup lama. Saya sendiri lebih mengenang Jupe ketika ia menjadi satu dari sekian pemain sinetron malam, 'Konak' alias Komedi Nakal, medio 2003 lalu. Segenap kontroversi kerap menghinggapinya.

Sang pemilik tembang 'Belah Duren' kini telah tiada. Namun, torehan rasa yang ia tinggalkan akan tetap diingat. Selamat jalan dan selamat tinggal, Jupe.


Cipayung, 12 Juni 2017.


Selasa, 30 Mei 2017

RIP Leo Kristi

Leo Kristi atau yang bernama asli Leo Imam Sukarno menghembuskan nafas terakhirnya di Bandung pada 21 Mei 2017 lalu. Beliau terkenal dengan karir musiknya sebagai seorang pengelana. Pernah bergabung bersama Gombloh dan Franky Sahilatua dalam grup bernama Lemon Tree’s. Leo Kristi dikenal karena ciri khas balada dari hampir seluruh karya ciptaannya.
 
Sama seperti Pak Haji Cahyono, saya juga tidak punya kesan apa-apa dengan beliau. Hanya saja sebuah video yang diunggah channel Caknun.com di Youtube mengingatkan saya pada kepergian seorang legenda musik tanah air.


Jakarta, 29 Mei 2017
 

RIP Cahyono

Sumber Gambar: selipan.com
Kabar duka kembali datang dari dunia lawak tanah air. Setelah kepergian Eko DJ, 25 Mei 2017 lalu pelawak senior dari grup lawak Jayakarta, Cahyono, menghembuskan nafas terakhirnya. Pelawak yang sepanjang karir lawaknya di Jayakarta ini tergabung bersama Jojon, Esther, dan Uuk. Cahyono lahir pada tanggal 26 Desember 1951 di Banyuwangi. Belakangan memang beliau sempat mengalami stroke dan diabetes.

Saya sendiri tidak punya memori yang khas tentang Pak Haji yang satu ini. Hanya saja, semasa SD dulu ada seorang senior yang kerap memanggil nama saya Cahyono. Katanya, saya memang mirip Cahyono. Hal itu berlangsung selama kurang lebih dua tahun sampai akhirnya senior itu lulus SD.

Selamat jalan, Pak Haji.

 
Jakarta, 26 Mei 2017

RIP Chris Cornell

Sumber gambar: Audioslave VEVO on Youtube
Saya tidak menyangka bahwa kabar kepergian vokalis Soundgarden dan Audioslaves, Chris Cornell akan berakhir di tali gantungan. Chris Cornell ditemukan meninggal dunia di Detroit tidak lama setelah Soundgarden tampil disana. Kematiannya digambarkan sebagai “sudden and unexpected”.

Vokalis yang lahir pada tanggal 20 Juli 1964 ini jejaknya masih ditemukan aktif di media sosial sebelum dijemput malaikat maut. Sepanjang perjalanan hidupnya, ia mengaku bahwa ia sudah menjadi pengguna narkotika sejak umur 13 tahun dan berhenti pada saat usianya 14 tahun. Setelah bubarnya Soundgarden pada tahun 1997, ia kembali menjadi pengguna narkotika. Ia mengakui sendiri telah menjadi pionir untuk penyalahgunaan zat oxycontin sehingga mengharuskannya memasuki rehabilitasi.

Agaknya, Chris Cornell telah menjadi ikon grunge bersama Eddie Vedder dari Pearl Jam dan Kurt Cobain dari Nirvana. Ketiganya bersama Layne Staley dari Alice in Chains telah mengangkat Seattle’s sound ke pentas nasional pada akhir 1980an.

Saya sendiri mulai mengenalnya ketika hits Audioslaves, “Like a Stone” meledak di pasaran. It was always nice to hear his typical voice. Selamat jalan, Chris Cornell. Somebody’s waiting you there, like a stone.


Jakarta, 19 Mei 2017.

Jumat, 31 Maret 2017

RIP Eko DJ

Kalau saya menulis obituari untuk Robin Gibbs, George Michael, dan Tommy Page mengapa tidak saya menulis kembali ketika seorang komedian legendaris negeri ini meninggal dunia. Eko DJ yang bernama asli Eko Ndaru Djumadi Koeswoyo lahir di Malang, 7 Januari 1952 dan wafat di Jakarta 27 Maret 2017 pada usia 65 tahun. Eko DJ meninggal akibat gagal ginjal.

Sumber gambar: Wikipedia

Saya mengenal Eko DJ lebih banyak melalui sinetron 'Jinny oh Jinny' yang populer di layar kaca televisi medio 90-an. Selebihnya, kadang-kadang saya juga menonton show Srimulat dimana mendiang juga turut tampil seminggu sekali. Eko DJ menyusul beberapa rekannya di Srimulat yang sudah lebih dullu wafat. Sebut saja, Almh, Djudjuk, Alm. Basuki, dan Alm. Mamiek Prakoso.

Memang tidak ada ciri khas yang khusus dari penampilan komedi Eko DJ, namun pembawaannya yang natural dalam melawak tentu menjadi warisan bagi siapa saja yang pernah menikmati penampilannya. Semoga tenang disana.

Cipayung, 27 Maret 2017.


Kamis, 09 Maret 2017

RIP Tommy Page

Sumber gambar: Wikipedia


Saya tidak pernah akrab dengan Tommy Page kecuali saat begitu menikmati single "A Shoulder To Cry On" medio 2005. Lagu yang begitu mendayu-dayu soal urusan hati. Dan itu hanya berlangsung pada saat itu saja. Selebihnya, saya hanya tahu bahwa Tommy Page ini pernah berkolaborasi dengan New Kids On The Block, satu dari sekian Kings of Pop tahun 1990-an.

Tommy Page lahir pada tanggal 24 Mei 1970 dan meninggal dunia tanggal 3 Maret 2017 kemarin. Teka-teki masih menyelimuti kematiannya. Dugaan overdosis masih belum bisa dibuktikan dan menunggu hasil investigasi lebih lanjut. Sekilas, mengingatkan kita pada kematian Michael Jackson dan Whitney Houston.

Life is full of lots up and down, once you said. Now, you've found it was all over. Thank you, Tommy. You are the shoulder to cry on for the ones who still loves you.

Medan Merdeka Barat, 5 Maret 2017.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...