Jumat, 30 Agustus 2024
Satu Dekade KLa Project
Selasa, 06 Oktober 2020
The Man Who Sold The World
Well, i don't know, how to say about this Nirvana thing. But, the title is always amaze me. The Man Who Sold The World. I never really know who is "The Man". Lately, this song really annoys my ears.
Cengkareng, 6 October 2020.
Senin, 19 November 2018
Untuk Bintang
![]() |
| Sumber gambar: id.wikipedia.org |
Saya sendiri menjadi penikmat musik Indie pada tahun 90-an akhir. Waktu itu di Bandung masih ada Radio Fire 95,6 FM. Saya lupa tepatnya jam berapa indie music radioshow itu. Saya mendengarkannya malam hari sambil mengerjakan PR atau sekedar baca-baca komik dan buku pelajaran. Saya bersyukur ketika album “Indie Ten” dirilis. Ini merupakan sebuah langkah besar bagi musisi yang berada di jalur indie. Album indie terakhir saya adalah “Indie-Go” sebuah album kompilasi juga, dari i-Radio kalau tidak salah compilernya, dengan main hits dari Flush, “Gopek”. We'll talk about this later.
“Untuk Bintang” sendiri merupakan lagu kesembilan dari 10 lagu dalam album ini. Selain hits “Pergi”, album ini juga memuat kembali single Cokelat di “Indie Ten” yaitu “Bunga Tidur”. Lagu “Untuk Bintang” sendiri menurut saya agak mirip dengan “Soon” milik Moonpools and Caterpillar, band indie asal Filipina yang bermukim di USA. Saya tidak tahu bagaimana pastinya, yang jelas “Soon” dirilis pada tahun 1995, merujuk pada laman Wikipedia.
Thanks to online music streaming platform, now i can easily stream the song. Sekarang tidak sulit rasanya untuk menemukan lagu dalam album yang ingin kita mainkan. Ya, saya bisa merasakan kembali ciri khas Cokelat. Cokelat manis dengan vokal khas Kikan dan dibalut semangat indie. Ada beberapa hal yang tidak tergantikan memang. Sebuah perasaan yang hadir beserta segenap memori tentang masa itu. Yeah, i miss my indie time.
Selamat Hari Pahlawan!
Cipayung, 10 November 2018
Rabu, 31 Oktober 2018
Kumerindu
| Sumber gambar: www.youtube.com |
Saya kagum pada PAS Band, dalam satu wawancara mereka tidak berpikir panjang dan tanpa ragu untuk take vocal dengan BCL ketika ia menyatakan keinginannya untuk bernyanyi. It's not a mainstream anyway but they did it and it was a success. BCL sendiri dalam konser tunggalnya berterima kasih pada PAS Band karena sudah membuka jalannya untuk jadi penyanyi.
Kadang, suatu hal yang terjadi begitu saja dengan sangat sederhana. You want to sing? OK, you can sing with us, let's go make a record. As simple as that.
Rabu, 30 November 2016
Dewa 19: Sebuah Flashback
Jamrud: Sebuah Catatan Kecil
Catatan Kecil buat Sheila on 7
Jumat, 28 Oktober 2016
Holding Back The Years (not the tears)
Jumat, 30 September 2016
Slowmotion: Third Eye Blind
Lain halnya dengan ketika saya mengunduh (bajakan, tentunya) copy dari album yang sama namun ripped from US market CD. Kalau pada kaset edisi Indonesia, hanya tidak ada liriknya saja, pada versi digitalnya justru hanya ada instrument saja. Tidak ada lengking vokal Stephen Jenkins. Saya sungguh kecewa karena 'Slowmotion' memang easy listening. Dengan atau tanpa menghiraukan maksud dari liriknya.
Cipayung, 26 September 2016.
Kamis, 16 April 2015
Angels: Live in Berlin
And my pain walks down a one way street
I look above
And I know I'll always be blessed with love
Satu yang tidak bisa lepas dari Robbie Williams adalah penampilan panggungnya. Sejak penampilannya di MTV Live 2002 dimana ia membawakan hits “Feel”, saya selalu menikmati konser mantan personil boyband Take That ini. Live in Berlin membuktikan bahwa Robbie Williams is a true performer! Robbie tidak hanya menyanyi, ia juga mampu menguasai panggung dengan tariannya. Pun, pesonanya mampu membius penonton untuk ikut larut bernyanyi bersama.
Satu hal yang membuat saya yakin bahwa Live in Berlin jadi satu dari sekian konser terbaik Robbie Williams adalah nyanyian reff “Angels” dari penonton pada menu pembuka DVD. Tidak terdengar suara Robbie Williams. Hanya ada suara koor dari penonton yang memadati Velodrome, Berlin.
“Angels” ditulis oleh Robbie Williams dan Guy Chambers hanya dalam 30 menit saja. Lagu ini dirilis Desember 1997. Lagu ini juga sempat direcycle oleh beberapa penyanyi, diantaranya adalah Jessica Simpson, Beverley Knight, Moon Dust, dan David Archuleta. Di Italia, “Angels” menjelma sebagai “Un Angelo” dinyanyikan oleh Patrizio Buanne. Popularitas “Angels” terbukti dengan dua kali Platinum dan rekor penjualan sebanyak dua juta kopi di seluruh dunia.
Pada Oktober 2006, sebuah tayangan documenter RTE ‘This Note’s For You’ yang dipandu oleh Tom Dunne, mengatakan bahwa lagu “Angels” aslinya merupakan karya Robbie Williams dan penyanyi Irlandia, Ray Heffernan. Setelah lagu ini mengalami beberapa perubahan dari Guy Chambers, Ray Heffernan menerima tawaran untuk pembelian hak cipta sebesar 7.500 GBP.
“Angels” adalah single keempat dari debut album Robbie Williams, ‘Life Thru a Lens’. Lagu ini adalah penyelamat karir solo Robbie Williams dan selalu dibawakan dalam setiap konsernya.
Pada Brit Awards 2005, “Angels” dipilih publik Britania Raya sebagai ‘The Best Song in the Past Twenty-fve Years of British Music’, walaupun lagu ini hanya berada di nomor 4 chart. Disitu juga, Robbie Williams berduet dengan Joss Stone. Dalam satu survei dari stasiun televisi digital, Music Choice, lagu ini jadi lagu favorit pemirsa untuk lagu pemakaman mereka.
“Angels” dirilis tahun 1999 di Amerika Serikat, setelah debut single “Millennium”. “Angels” benar-benar membuat Robbie Williams melambung tinggi. “Angels” masuk kembali ke chart ARIA Top 100 di posisi ke 91 pada 5 Mei 2008. Juga, berdasarkan polling yang digelar Performing Right Society, “Angels” dipilih sebagai lagu karaoke paling popular.
Medan Merdeka Barat, 15 April 2015
Jumat, 20 Februari 2015
Mengenang Rinto Harahap
Sebelum saya menyelesaikan memoar perjalanan tiga negeri bersama Istri, datang sebuah kabar duka. Rinto Harahap tutup usia. Beberapa tahun lalu ketika Robin Gibbs tutup usia, saya menulis obituari untuknya disini. Agaknya, kehilangan yang sama juga saya rasakan. Dengan demikian, tak berlebihan rasanya bila saya mengapresiasi beberapa karya beliau yang melekat dalam ingatan. Saya berterima kasih pada Bapak karena telah mengenalkan saya pada hal yang demikian.
Penyanyi dan pencipta lagu legendaris ini meninggal di Singapura 9 Februari lalu pada usia ke-65. Legenda musik kelahiran Sibolga, 10 Maret 1949 ini adalah maestro jagad musik Indonesia. Kita semua tidak asing lagi dengan lagu-lagu ciptaanya yang tak lekang dimakan zaman. Sebagai legenda, Rinto Harahap telah mengalami pengalaman-pengalaman bermusik yang lengkap sepanjang hidupnya. Mulai dari menjadi pemain band bersama The Mercy’s, mendirikan perusahaan rekaman Lollypop Record, hingga menjadi pencipta lagu.
Banyak lagu Rinto Harahap yang juga melegenda. Lirik yang puitis dengan makna yang dalam serta mudah diingat menjadikan lagu-lagu tersebut tetap abadi di hati para penggemarnya. Thanks to Youtube. Mudah saja untuk kita untuk bernostalgia sejenak ke masa lalu, pada satu masa dimana lagu-lagu itu mencapai masa keemasannya.
Katakan Sejujurnya
Lagu ini dinyanyikan oleh Christine Panjaitan dan segera menjadi hits. Personally, saya suka liriknya. Bercerita tentang kisah dua manusia yang saling mencinta namun akhirnya terpisah juga karena satu perbedaan. Pada satu kolom komentar di Youtube, lagu ini seakan mengisahkan kandasnya kisah cinta Christine Panjaitan dengan Ikang Fawzi. Saya sendiri belum mengkonfirmasi kebenaran isu itu. Andai saja dulu sudah ada Cek & Ricek atau Silet, tentu jadi lebih mudah untuk mengetahui kebenaran dan kesesuaian hal itu.
Hati Yang Luka
Siapa yang tak kenal lagu ini? Lagu Betharia Sonata ini terkenal di kalangan kami yang anak-anak dengan lirik ‘uo uo’-nya. Dulu..bersumpah janji di depan saksi..uo...uo... Tidak diragukan lagi bila lagu ini adalah masterpiece Rinto Harahap untuk yang kesekian kalinya.
Dingin
Kau janjikan berbulan madu ke ujung dunia...
Kau janjikan sepatu baru dari kulit rusa...
Hetty Koes Endang pun turut merasakan sentuhan tangan dingin Rinto Harahap. Lagu ini juga sempat jadi hits. Entah karena liriknya atau karena memang dari dulu yang namanya galau itu sudah ada dan melanda beberapa orang dari generasi orang tua kita. Who knows? :D
Benci Tapi Rindu
Lagu ini tidak hanya membawa Diana Nasution pada pencapaian karir musiknya. Lagu ini juga kian abadi karena sering dijadikan pameo (tulisan) di balik bak truk pasir. Liriknya pun sederhana namun menghadirkan paradoks. Sakitnya hati ini....namun aku rindu....
Jangan Sakiti Hatinya
Gadis yang pernah kau sayang...
Lirik sederhana dan mudah diingat ini menjadi hits milik Iis Sugianto. Lagu mellow yang punya pesan sangat jelas ini bahkan dinyanyikan kembali dengan beat rock hasil recycle dari Andi /rif.
Gelas Gelas Kaca
Aroma kesedihan dalam penantian yang sendu adalah ciri khas yang melekat pada Nia Daniaty dengan hits miliknya ini. Dulu, Bapak sering memutar lagu ini. Entah karena apa atau memang hanya ingin mengajari saya bahwa suara Nia Daniaty memang merdu.
Bila Kau Seorang Diri
Satu lagu yang jadi favorit terakhir dalam tulisan ini adalah lagu hits yang dinyanyikan oleh Nur Afni Octavia. Liriknya romantis, serasa Rinto benar-benar mengeksplorasi perasaan seorang kekasih yang sedang dilanda sepi.
Seorang penulis mati ketika karyanya terbit. Dan seperti layaknya seorang musisi, karya mereka akan terus hidup dalam ingatan pembaca dan pendengarnya. Karyanya akan terus dikenang dan dinyanyikan kembali dengan partitur yang sama. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Selamat jalan, Rinto Harahap. Terima kasih telah mengenalkan kami pada cinta yang merdu.
Kamis, 20 Februari 2014
Irreplaceable Part 2: Aku, Kamu, dan Valentine.
Bandung selalu punya tempat tersendiri di hati Yovie Widianto. Bisa dibilang, Bandung adalah batu pijakan pertamanya sebelum tampil konsisten berkarya mewarnai dunia musik Indonesia. Alangkah bahagianya, Yovie dapat kembali ke Bandung dan memainkan komposisi terbaiknya bersama para sahabat. "Merupakan kehormatan dan kebahagiaan bagi saya untuk berada disini. Apalagi saya asli Bandung," katanya. Masih serupa dengan konser Irreplaceable yang pertama di Jakarta, momen 'Balik Bandung' yang bertepatan dengan hari Valentine ini dinamai: Irreplaceable Part 2: Aku, Kamu, dan Valentine. Sebuah perayaan di hari penuh cinta.
| RAN |
| Sita Nursanti |
| Mario Ginanjar feat. Chewy Dilmy |
| LINGUA |
| Fathur Java Jive |
| Kahitna |
Ini bukan modus
Namun aku harap nanti
Suatu saat kita jadian
| Lagu dadakan a la Yovie Widianto |
| Kahitna feat. RAN |
![]() |
| Yovie and His Friends |
Selasa, 11 Februari 2014
Sting: Live in Berlin (2010)
"Every Little Thing She Does Is Magic"
"Englishman in New York"
"Roxanne"
"When We Dance"
"Russians"
"I Hung My Head"
"Why Should I Cry For You"
"Whenever I Say Your Name"
"This Cowboy Song"
"Tomorrow We'll See"
"Moon Over Bourbon Street"
"End Of The Game"
"You Will Be My Aint True Love"
"All Would Envy"
"Mad About You"
"King of Pain"
"Every Breath You Take"
"Desert Rose"
"She's Too Good for Me"
"Fragile"
"I Was Brought To My Senses"
"Englishman in New York"
"Fields of Gold"
"Why Should I Cry For You"
"All Would Envy"
"Tomorrow We'll See"
"End Of The Game"
"Whenever I Say Your Name"
"Shape of My Heart"
"Moon Over Bourbon Street"
"Mad About You"
"King of Pain"
"Desert Rose"
"Fragile"
Minggu, 26 Januari 2014
Dido: The Greatest Hits
(Life for Rent)
"White Flag", adalah lagu yang menyiksa Dido cukup lama, dalam penciptaannya. She had the chorus and the music written for a year with no verses. One day, at the piano in the rented old pub that she was living, the whole song was done in half an hour.
Kamis, 09 Januari 2014
Heart To Heart
Selasa, 31 Desember 2013
Pengumuman Song Of The Year 2013
Tiba saat mengerti jerit suara hati...
Letih meski mencoba...
Melabuhkan rasa yang ada...
2013 menyisakan beberapa jam saja. Deretan daftar panjang resolusi dan pencapaian berseliweran. Entah di linimasamu, sesukamu menaruhnya saja.
Well, menjelang pergantian tahun baru ini saya masih disibukkan untuk memilih satu lagu untuk Song Of The Year 2013. Baiklah, saya sudah sebutkan semua nominasi tahun ini pada beberapa post sebelumnya. Tahun ini, saya menambah satu kategori tambahan, Outstanding Newcomer.
Memang tidak mudah untuk sampai pada kesimpulan satu lagu yang betul-betul mewakili segenap perjalanan dan pencapaian tahun ini. Satu sisi, saya ingin Song Of The Year tahun ini benar-benar mewakili suara hati saya tahun ini. Sedangkan, di sisi lain saya malah ingin lagu itu jadi satu remarkable note dari sekian highlights tahun ini. Agak membingungkan memang but that's how the story goes.
Tidak perlu bertele-tele, lagu tahun ini, Song Of The Year, tahun ini adalah .........
(Iklan minuman energi)
(Iklan pemutih kulit)
(Iklan Aburizal Bakrie) *lempar botol*
Donna Donna, Sita Nursanti, soundtrack film 'Gie'.
Lagu ini kembali saya sering mainkan sejak bulan Februari. Beberapa peristiwa yang tidak akan pernah saya lupakan tahun ini sudah saya kumpulkan di kuartal pertama ini. Ada satu momen ketika saya harus menerima kenyataan, membenci, dan memberontak sekaligus. Saya merasa saat itu adalah sedang berada di titik terbawah hidup saya. Saya akan ceritakan kalau nanti Tuhan sudah berikan saya penjelasan soal keputusanNya saat itu.
Stop complaining, said the farmer
Who told you a calf to be
But whoever treasures freedom
Like a swallow has learn to fly
Sekali lagi,
But whoever treasures freedom
Like a swallow has learn to fly
Kiranya, penggalan lirik diatas sudah cukup menjelaskan.
Anyway, Donna Donna terpilih karena dua lagu nominasi tiga besar, Just Give Me A Reason dan Stereo Love berada dalam satu garis linimasa yang sama. Singkatnya, mereka hanya mampu merepresentasikan satu waktu kejadian yang sama. Tahun ini, Song Of The Year kembali ke lagu Indonesia.
Outstanding Newcomer
Pilihan Outstanding Newcomer tahun ini sekaligus yang pertama sepanjang sejarah Song Of The Year adalah.....
Baby Baby Baby, JKT48.
I Love you baby baby baby, kau idola diriku
Kehadiranmu bersinar dengan terangnya
Keajaiban bertemu denganmu
Ku jadi tahu arti dari hidup
Saya langsung jatuh cinta pada lagu ini saat mendengarkan full album Heavy Rotation milik JKT48. Lagu ini punya nuansa ceria yang selalu bisa membuat mood naik lagi. Apalagi sambil membayangkan lari di pinggir pantai, berkeringat bersama @melodyJKT48.
That's a wrap for this year. See you in Song Of The Year 2014.
Paninggilan, 31 Desember 2014.









