Jumat, 09 Juni 2017

Catatan Hikmah (3)

Kita semua perlu belajar kepada Cak Nun bagaimana seharusnya memahami semua itu menurut al-Quran
Sumber gambar: caknun.com
Yang membedakan Islam dengan kebudayaan, Islam dengan industri, Islam dengan selera pribadi, Islam dengan kepentingan politik, Islam dengan segala macam acual nilai ciptaan manusia adalah akar dan sumber pertimbangan dari kemaslahatan dan kemudaratan itu. Bagi Islam, maslahat dan mudarat itu didasarkan pada nilai Allah. Pada yang lain, dasarnya adalah sumber-sumber kepentingan yang berbeda atau bahkan bertentangan dengan sunnatullah dan iradatullah.
Jakarta, 9 Juni 2017

Penggalan artikel “Matriks-Lima dan Asas Maslahat-Mudarat” dalam buku ‘Tuhan Pun “Berpuasa”’, Emha Ainun Nadjib, Gramedia Pustaka Utama, 2012.

Senin, 05 Juni 2017

Catatan Hikmah (2): Perlunya Ilmu Kematian

Kegiatan puasa adalah perjalanan melancong ke tepian jurang kematian, meskipun engkau sadar untuk membatasinya sehingga tidak melompat masuk ke jurang itu. Perjalanan melancong itu, dalam puasa yang dikonsepkan dengan batas-batas sehat, sekadar mengajakmu untuk mengalami dan menghayati situasi yang seolah-olah antikehidupan, misalnya lapar; dahaga, lemas, loyo, lumpuh, dan seterusnya.

Sumber gambar: caknun.com

Di dalam puasa atau pekerjaan apa pun, substansi yang terpenting adalah kesadaran tentang batas. Batas yang benar pada sesuatu hal akan merelatifkan hakikat suatu pekerjaan dan kondisi. Umpamanya tadi aku sebut bahwa lapar dan haus adalah situasi yang antikehidupan. Itu artinya bahwa lapar dan haus yang tidak dibatasi akan memproduksi mati. Tetapi engkau tidak bias mendikotomikan lapar-haus dengan kenyang-segar apabila engkau memakai kesadaran batas. Sebab, kenyang yang tidak dibatasi juga akan membawa manusia kepada maut.

Juga apabila lapar di situ engkau artikan secara lebih luas menjadi –katakanlah-kemiskinan, kemelaratan, atau kefakiran. Kefakiran yang melampaui batas akan membunuh manusia. Bukan hanya terbunuh fisiknya, tapi mungkin juga daya hidupnya, kepercayaan dirinya, mentalnya, imannya, dan sebagainya.


Jakarta, 5 Juni 2017.

Potongan dari artikel "Perlunya Ilmu Kematian” dalam buku, Emha Ainun Nadjib, Gramedia Pustaka Utama, 2012.

Jumat, 02 Juni 2017

Catatan Hikmah (1)

Karena tanda orang kaya adalah ‘merasa cukup’ dan tanda miskin adalah ‘merasa belum cukup’? Maka puasa hadir ke dalam kepalamu tatkala pikiranmu bertanya:

“Benarkah aku perlu makan di restoran semahal itu?”
“Benarkah ada sesuatu yang prinsipil yang mengharuskanku membeli barang ini?”
“Benarkah ada padaku kewajaran nilai yang mewajibkanku merebut pemilikan saham-saham itu?”

Sumber gambar: caknun.com
Maka puasa merasuk ke dalam dadamu ketika mulutmu berbisik ke telinga nuranimu sendiri.

“Apakah memang aku harus mengambil political decision yang sedahsyat ini, yang dampaknya adalah kesensaraan sekian banyak rakyatku sendiri?”
“Apakah aku memang wajib mempertahankan kekuasaan ini demi sesuatu yang mendasar dan berorientasi kepada kepentingan mayoritas rakyatku?”
“Sampai kapan aku akan mendalangi semua itu dengan keyakinan bahwa ini semua adalah yang terbaik bagi masa depanku sendiri serta masa depan keluargaku sendiri?”
 

Jakarta, 2 Juni 2017.
 
Potongan dari artikel ‘Puasa dan “Tarikat Wajib” dalam Kebudayaan’ dalam buku ‘Tuhan Pun “Berpuasa”’, Emha Ainun Nadjib, Gramedia Pustaka Utama, 2012.


Rabu, 31 Mei 2017

Angry Birds The Movie

Anger is not always the answer! 
- Judge Peckinpah

Sumber gambar: www.imdb.com
Angry Birds, game populer di masa kejayaan smartphone ini menarik developernya untuk membuat film. Cara ini memang sudah biasa terlebih ketika game Angry Birds sudah dirilis dalam berbagai serial. Saya sendiri hanya memainkan Angry Birds dan Angry Birds Season saja. Barangkali, kalau bukan karena Aldebaran yang menyebut "...berds...berds..." setiap melihat tablet phone, saya belum akan mau menonton film ini.

Film ini adalah semacam penjelasan kenapa para flightless birds menjadi marah lalu bermusuhan dengan kaum babi. Juga, pengungkapan atas identitas Mighty Eagle dan riwayat asal usul Mighty Red.

Dari sisi cerita, film ini punya ide yang sederhana dengan pesan moral yang mudah dicerna untuk kalangan anak-anak. Bahwa berbuat baik kepada tamu yang datang jauh-jauh adalah baik. Tetapi, jangan sampai tidak menghiraukan pesan peringatan dari sesama kawan.

Anyway, animasi rekaan Rovio Studio ini dibuat semirip mungkin dengan karakter pada gamenya. Para karakter burung yang biasa kita lempar dari katapel pun tampil lebih hidup dan dinamis. Film animasi berdurasi 97 menit ini menghabiskan biaya produksi sekitar 73 juta dolar dan pada minggu pertama penayangannya meraup penghasilan kurang lebih 38 juta dolar.

Judul           : Angry Birds
Sutradara    : Clay Kaytis, Fergal Reilly
Pemain       : Jason Sudeikis, Josh Gad, Danny McBride
Produksi     : Rovio Mobile & Columbia Pictures
Tahun         : 2016
Genre         : Komedi Animasi

 
Jakarta, 30 Mei 2017.

Selasa, 30 Mei 2017

RIP Leo Kristi

Leo Kristi atau yang bernama asli Leo Imam Sukarno menghembuskan nafas terakhirnya di Bandung pada 21 Mei 2017 lalu. Beliau terkenal dengan karir musiknya sebagai seorang pengelana. Pernah bergabung bersama Gombloh dan Franky Sahilatua dalam grup bernama Lemon Tree’s. Leo Kristi dikenal karena ciri khas balada dari hampir seluruh karya ciptaannya.
 
Sama seperti Pak Haji Cahyono, saya juga tidak punya kesan apa-apa dengan beliau. Hanya saja sebuah video yang diunggah channel Caknun.com di Youtube mengingatkan saya pada kepergian seorang legenda musik tanah air.


Jakarta, 29 Mei 2017
 

RIP Cahyono

Sumber Gambar: selipan.com
Kabar duka kembali datang dari dunia lawak tanah air. Setelah kepergian Eko DJ, 25 Mei 2017 lalu pelawak senior dari grup lawak Jayakarta, Cahyono, menghembuskan nafas terakhirnya. Pelawak yang sepanjang karir lawaknya di Jayakarta ini tergabung bersama Jojon, Esther, dan Uuk. Cahyono lahir pada tanggal 26 Desember 1951 di Banyuwangi. Belakangan memang beliau sempat mengalami stroke dan diabetes.

Saya sendiri tidak punya memori yang khas tentang Pak Haji yang satu ini. Hanya saja, semasa SD dulu ada seorang senior yang kerap memanggil nama saya Cahyono. Katanya, saya memang mirip Cahyono. Hal itu berlangsung selama kurang lebih dua tahun sampai akhirnya senior itu lulus SD.

Selamat jalan, Pak Haji.

 
Jakarta, 26 Mei 2017

RIP Roger Moore

Sumber gambar: www.imdb.com
Dalam satu perjalanan menuju tempat kerja, terdengar satu kabar dari Roger Moore, mantan pemeran agen rahasia 007 yang meninggal dunia pada tanggal 23 Mei 2017 kemarin. Sebagai tribute, radio itu memutarkan lagu soundtrack dari satu film yang pernah dibintanginya, A View To A Kill dari Duran Duran.

Roger Moore yang bernama lengkap Sir Roger George Moore lahir pada tanggal 14 Oktober 1927 di Stockwell, Inggris dan wafat dalam usia 89 tahun di Crans-Montana, Swiss dengan penyebab sakit kanker. Roger Moore menggantikan peran Sean Connery sebagai James Bond sejak tahun 1972. 

Film James Bond pertamanya adalah “Live and Let Die” yang rilis tahun 1973. Beberapa judul James Bond yang dimainkannya adalah “The Man with the Golden Gun”, “The Spy Who Loved Me”, “Moonraker”, “For Your Eyes Only”, “Octopussy”, dan “A View to a Kill”. Roger Moore juga sempat menjadi pembawa acara pada perayaan 25 tahun James Bond pada tahun 1987.

Now, The Man with The Golden Gun has gone and leave his legacy. Goodbye, Roger. Rest in peace.

 
Jakarta, 24 Mei 2017.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...