Senin, 05 Februari 2018

Selamat Jalan, Om Jockie. God Bless You.



Kabar duka di awal tahun ini kembali mengguncang dunia musik Tanah Air. Jockie Surjoprajogo tutup usia di usia yg ke 63. Almarhum meninggal dunia di RS Pondok Indah Bintaro akibat sakit diabetes yang telah lama diidapnya. Almarhum meninggalkan seorang istri dan empat anak. Almarhum dimakamkan di TPU Karet Bivak.

Semasa hidupnya, Jockie dikenal sebagai musisi handal yang telah bekerjasama dengan banyak musisi dan seniman kendati tetap berkarya bersama God Bless. Jockie dikenal juga bergabung bersama SWAMI dan Kantata Takwa.

Entah mengapa setelah tiba kabar kepergian beliau di dalam kepala saya memutar lagu 'Semut Hitam', dari album ketiga God Bless dengan judul album yang sama. Album yang lahir tahun 1987 itu adalah album yang menandai kembalinya God Bless ke kancah musik rock tanah air.

Walaupun almarhum telah meninggalkan kita, karyanya akan selalu jadi penanda bahwa beliau akan selalu ada. Konser 'Penjilat Matahari' yang digelar pada tahun lalu seakan memberi bukti. Bahwa segalanya boleh berakhir namun sebuah karya akan selalu jadi warisan.

Bandung, 5 Februari 2018.

Rabu, 24 Januari 2018

Selamat Jalan, Sys NS

Sumber gambar: www.hitsfromthe80sand90s.com
Tidak banyak yang saya tahu soal Sys NS, selain mendiang adalah sebagai aktor yang besar bersama Radio Prambors dengan kelompok lawaknya Sersan Prambors bersama Mukhlis Gumilang, Pepeng, Krisna, dan Nana Krip sebagai punggawanya. Selain itu, saya hanya tahu bahwa mendiang juga adalah seorang politisi.

Kabar duka itu tiba usai gempa 6,1 Skala Richter mengguncang Ibukota. Lama tak terdengar kabar darinya, almarhum dikabarkan  meninggal dunia akibat serangan jantung.

Aktor bernama lengkap Raden Mas Haryo Heroe Syswanto Ns. Soerio Soebagio ini lahir di Semarang pada 18 Juli 1956. Almarhum meninggalkan seorang istri berserta 3 orang anak dan 2 orang cucu. Ia ditemukan tidak sadarkan diri di rumahnya sebelum dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah.

Anyway, kepergian Sys NS  kembali merundung dunia kesenian kita. Namun bagaimanapun, kenangan akan selalu jadi warisan yang menyenangkan. Selamat jalan, semoga dilapangkan jalan Om Sys.

Blok M, 24 Januari 2018.

Selasa, 16 Januari 2018

Selamat Jalan, Habib

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Umat Islam kembali berduka dengan meninggalnya Habib Abdurrahman Muhammad yang merupakan cucu Habib Ali Kwitang meninggal dunia kemarin (Senin, 15/01) di Pondok Gede. Almarhum meninggal dunia selepas Isya di Rumah Sakit Haji Pondok Gede.

Habib Abdurrahman merupakan penerus dakwah dan pimpinan Majelis Ta'lim Habib Ali Al Habsyi di Kwitang. Ia wafat di usia 75 tahun. Almarhum adalah putra kedua dari tujuh bersaudara. Beliau dimakamkan di Pemakaman Keluarga di Masjid Al Riyadh.

Mendengar kabar meninggalnya Habib Kwitang membuat saya tiba-tiba teringat pada satu Hadits Rasulullah SAW. Sungguh bahwasanya Allah SWT menggenggam ilmu dengan mewafatkan para Ulama. Dalam pikiran selintas, meninggalnya Habib Abdurrahman ini jadi penanda. Sebuah tanda bahwa zaman semakin tua. Allah SWT telah menunjukkan tanda-tanda kuasaNya.

Semoga Habib ditempatkan bersama orang-orang saleh di surga Allah SWT. Semoga dilapangkan alam kuburnya. Semoga jamaah yang ditinggalkan senantiasa bersabar dan mengamalkan ajaran-ajaran beliau.

Cipayung, 16 Januari 2018.

RIP Dolores



Awal tahun 2018 ini dunia musik internasional kembali kehilangan seorang frontman. Dunia panggung kehilangan Dolores O'Riordan, vokalis band The Cranberries. Perempuan asal Irlandia itu meninggal dalam usia 46 tahun di London. Rencananya, ia akan berada disana dalam rangka sesi rekaman pendek.

Pelantun hits terkenal seperti 'Dreams', 'Zombie', 'Salvation', 'Linger', 'Promises', dan 'Just My Imagination' ini merupakan seorang panutan bagi setiap penggemarnya. Dolores juga adalah sosok inspirasional bagi band-band yang memiliki vokalis perempuannya. Menurut kantor berita Reuters seperti dikutip Rolling Stone, penyebab kematiannya masih belum dapat diketahui dan masih dalam status 'unexplained'.

Dolores berkiprah bersama The Cranberries sejak tahun 1989 silam. Dengan segala prestasi yang mereka capai majalah Rolling Stone sempat menamai mereka 'Ireland's Biggest Musical Export since U2'. Tidak berlebihan rasanya mengingat perjalanan mereka hingga saat ini Dolores tidak lagi bersama.

Saya turut merasakan sendiri bagaimana sulitnya memilih lagu apabila membentuk 'band dadakan' dengan vokalis perempuan semasa sekolah dulu. Mau ikut The Corrs rasanya terlalu sulit dan kompleks. Jarang ada anak perempuan mau menyumbangkan suaranya untuk mengimbangi vokal Andrea Corrs. Jadi, memainkan satu dari sekian hits The Cranberries adalah pilihan yang paling masuk akal. Penonton tidak akan terlalu peduli apakah vokalnya fals atau terlalu rendah. They will still hear the band playing.

Anyway, si anak tunggal dari tujuh bersaudara ini telah tiada. Namun, jejak langkahnya telah memberikan energi dan inspirasi. Goodbye, Dolores. You are now free from their tanks and their bombs.

Jurangmangu, 16 Januari 2018.

Sabtu, 06 Januari 2018

Selamat Jalan, Om Yon

Sumber gambar: musixmatch.com
Jum'at pagi ini saya seakan tidak percaya ketika membaca running text sebuah stasiun televisi. Isi berita nan singkat itu ibarat sebuah pesan telegram: Yon Koeswoyo meninggal dunia.

Tulisan ini dibuat pada Jum'at malam saat acara "Mengenang Yon Koeswoyo" disiarkan Lembaga Penyiaran Publik tercinta kita. Sebuah pentas kecil yang mengulang kembali kejayaan Koes Plus dengan menampilkan generasi kedua mereka. Acara yang juga menandai perjalanan 30 tahun Koes Plus berkarya. Om Yon terlihat masih segar.

Saya mulai akrab dengan karya Koes Plus lewat album 'Pantun Berkait' yang sering diputar Bapak selepas adzan Isya. Lirik lagu 'Perasaank begitu mengena pada saya. Pun, 'Tangis Dihatiku'. Suara Om Yon selalu terngiang-ngiang setiap ingat lagu-lagu itu.

Saya belum paham betul sebab meninggalnya Om Yon. Saya belum membaca berita apapun mengenai kabar duka ini. Apapun itu, Om Yon kini meninggalkan kita dan telah beristirahat bersama dengan Om Tonny dan Om Murry.

Om Yon telah pergi, entah dengan menitipkan tangis dihatinya atau tidak. Namun, beban hidupnya kini tak lagi berat karena betapa megah hidupnya kau bilang, dalam tidurmu semua akan hilang. 


Medan Merdeka Barat, 5 Januari 2018.



Kamis, 04 Januari 2018

#BeraniGagal ala Si Juki

"Tidak penah gagal belum tentu hebat, terutama bagi yang belum pernah mencoba" - Si Juki
Sumber gambar: www.goodreads.com
Perkenalan saya dengan Si Juki dimulai pada zaman Twitter masih berkuasa. Entah medio 2012 atau 2013. Yang jelas, saat itu saya sudah tertarik dengan karakter Si Juki namun belum mau untuk membaca komiknya. Saya hanya mampu stalking sesekali ke akun Twitter Faza Meonk @Fazameonk, Sang Pencipta karakter bernama asli Muhamad Marzuki ini.

Belum lama ini muncul iklan di media televisi tentang rilis film Si Juki. Sebuah kabar baik untuk jagad perkomikan di Indonesia. Karya yang tadinya hanya sebatas cetakan buku dapat dinikmati sebagai satu produk sinematografi. Ya, tidak berlebihan bila sama menyamakan Komik Si Juki dengan Komik Dragon Ball yang sudah lebih dulu melegenda.

Komik edisi #BeraniGagal ini mengisahkan rentetan cerita kegagalan yang dialami Si Juki. Dimulai dengan perjalanan Si Juki yang ikut serta dalam Pemilu 2014 dalam format digital. Si Juki menang, namun hasilnya tidak diakui. Mantan Capres yang berduet dengan Si Tuti ini dirundung kegagalan.

Ini adalah pengalaman pertama saya dengan komik Si Juki. Memang ada beberapa missing link karena saya tidak membaca beberapa buku sebelumnya. Namun, hal itu tidak menjadi masalah besar karena komik ini punya alurnya sendiri.

Saya suka alur ceritanya yang dirunut dari awal. Cerita dimulai dari bab Si Juki Sang Capres Gagal, Silsilah Kegagalan, Legenda Kegagalan, Yang Gagal dan Dilahirkan, Tak Selamanya Gagal Itu Pahit, Impian dan Kegagalan. Keresahan kaum Jomblo pun dikisahkan pada bab Jomlo (tidak sama dengan) Gagal. Mengikuti seterusnya bab Semua Pernah Gagal.

Sebagai buku yang habis dibaca sekali duduk, komik Si Juki edisi ini sangat menghibur. Buku ini pun tidak semuanya berisi panel komik. Ada beberapa narasi yang harus dibaca sebagai pengantar sebelum melihat adegan komikal, tentu masih dengan rentetan humor. Ada banyak celotehan segar yang mampu membuat tertawa puas. Ada beberapa sindiran satir dan sinis terhadap kemajuan teknologi akhir-akhir ini. Namun, diatas itu semua yang lebih penting adalah pesan-pesan dalam menyikapi kegagalan. Agaknya, pesan-pesan itulah yang berusaha disampaikan Si Juki untuk Generasi Zaman Now, agar tidak mudah putus asa dalam menghadapi kegagalan.

Anyway, Catatan Hampir Teladan Si Juki ini mengingatkan saya sekilas pada buku Catatan Mahasiswa Gila milik Adhitya Mulya. Ada banyak kejadian konyol didalam kedua buku itu, tetapi muatan pesan dan hikmah keduanya tetap kental dan sangat mudah dipahami. Semoga semakin banyak lagi komik karya anak bangsa, yang tidak hanya pandai menghibur tapi juga jagoan memberikan teladan.

Judul       : #BeraniGagal: Catatan Hampir Teladan Si Juki
Penulis    : Faza Meonk, et.al
Penerbit   : Bukune
Tahun      : 2016
Tebal       : 156 hal.
Genre     : Komik Indonesia

Cipayung-Cengkareng, 4 Januari 2018.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...