Kamis, 31 Desember 2015

Have a Great 2016

2015 is a history. For each of us. Many stories left. Some with unanswered pray. But, hope still continue to run. May God bless us all in 2016. May the force be with us. Have a great 2016 ahead. 

Cipayung, 31 Desember 2015. 

Rabu, 30 Desember 2015

A Reminder


A beautiful friend sent us a gift include the message inside the box. 

It's always a gentle reminder for us. Though, we've been through a year. May the force be with us. 


Dharmawangsa, 30 Desember 2015. 

Senin, 28 Desember 2015

Practical Intuition

Intuisi adalah perangkat yang lebih "kuat" jika ia tidak hilang di antara komponen-komponen lainnya dalam proses pengambilan keputusan. (Hal. 98)



Awalnya, saya termasuk orang yang skeptis terhadap kemampuan intuitif. Namun, sejauh pengalaman ternyata ada banyak peristiwa yang merubah cara pandang saya terhadap intuisi. Saya pernah sangat menyesal atas keterlambatan saya dalam mengurus beasiswa dari salah satu BUMN padahal saya sudah mewanti-wanti diri sendiri agar melakukan beberapa hal antisipatif agar tidak kehilangan peluang beasiswa tersebut. Karena saya kemudian mengabaikan hal-hal tersebut maka saya pun kehilangan kesempatan. Sejak kejadian itu, saya mulai perlahan untuk melatih intuisi dengan bantuan buku ini. 

Kemampuan intuitif adalah kemampuan kualitatif seseorang untuk mensintesakan segenap kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman. Utamanya, kemampuan intuitif ini seringkali digunakan sebagai satu cara pengambilan keputusan. 

Menurut Laura Day, sang penulis sekaligus konsultan "Practical Intuition", intuisi dapat memberikan informasi yang tepat, terpercaya, dan berguna tentang apa saja bila dilatih dengan benar. Seringkali kita dihadapkan pada keadaan untuk mengambil sebuah tindakan atau keputusan dalam selubung ketidaktahuan. Laura Day, memberikan latihan-latihan untuk menajamkan intuisi demi menghadapi situasi yang demikian itu. 

Pendekatan Laura Day dalam buku ini dilakukan secara sistematis dan logis. Hal ini turut membantu pembaca tahap demi tahap penguasaan intuisi pribadi.  Laura Day menekankan bahwa intuisi bukanlah hal yang mistis. Intuisi adalah semacam latar kesadaran tentang bagaimana situasi bekerja dan merupakan fakta-fakta yang tersembunyi dalam otak. 

Sebagai testamen, Demi Moore turut menyumbangkan pengalamannya bersama Laura Day. Ia menjelaskan situasi dari beberapa peristiwa penting dalam hidupnya yang ia lalui bersama dengan Laura Day, dimana ia dihadapkan pada berbagai kemungkinan dari keputusan-keputusan yang diambilnya. Demi menyadari bahwa dengan bantuan yang benar, intuisinya telah tumbuh dan membantunya untuk jitu mengambil keputusan dan tindakan. 

Sekilas, saya merasakan atmosir yang sama antara buku ini dengan The Outliers karya Malcolm Gladwell. Hanya saja, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam menafsirkan sesuatu hal sebelum sampai pada keputusan. Agak heran rasanya bahwa di tengah persepsi skeptis masyarakat Barat mengenai 'sesuatu diluar sana' berkembang sebuah metode untuk menafsirkan bahkan menyimpulkan keadaan di masa datang. 

Laura Day mengajarkan pada kita bahwa intuisi adalah bakat alami yang bisa dilatih. Melalui berbagai latihan, ia mengajak pembaca untuk menjelajahi alam bawah sadar. Buku ini kemudian membungkusnya dengan ringkas dan sangat jelas agar kita mampu membuka kemampuan alami yang kita semua miliki. Laura Day memberikan suatu cara yang mudah untuk menajamkan intuisi dan menggunakannya dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi. 

Judul       : Practical Intuition
Penulis     : Laura Day
Penerbit   : PT. Serambi Ilmu Semesta
Tahun      : 2006
Tebal        : 333 hal. 
Genre       : Pengembangan Diri


Bumi Asri, 28 Desember 2015. 

NB:
Diterjemahkan dari buku asli dengan judul "Practical Intuition: How to Harnes the Power of Your Instinct and Make It Work for You", Pocket Books, New York Times: 1997. 




Minggu, 27 Desember 2015

Selamat Ulang Tahun, Cinta!



27/12/2014 - 27/12/2015


It's been a year since the day we fall in love (again).


It's been a year of love, tears, and joy. 


So with all my love, thank you for your fervent heart, for all those dreams and laughs we share together. ❤️😘👪


#Happy1stWeddingAnniversary #littlefamily


Pharmindo, 27 Desember 2015. 

Jumat, 25 Desember 2015

Orang Maiyah

Hidup orang Maiyah tidak tergantung kekayaan dan atau kemiskinan, tetapi tergantung pada proses pembelajaran menggunakan akal dan nuraninya untuk menyutradarai hidup menuju yang pantas dituju. 



Mengambil sub judul: Terang dalam kegelapan, Kaya dalam kemiskinan, buku 'Orang Maiyah' ini hadir sebagai penerang dan penjawab tanya, setidaknya tentang apa itu makhluk yang dinamakan Orang Maiyah. Sepengetahuan saya, baru buku ini yang khusus menerangkan apa yang terjadi dalam forum-forum Maiyah asuhan Cak Nun dan kawan-kawan. Adapun, mengenai asal usul dan pengenalan singkat tentang Jamaah Maiyah, telah lebih dulu ditulis oleh Prayogi R. Saputra dalam "Spiritual Journey: Pemikiran dan Perenungan Emha Ainun Nadjib". 

Buku ini membahas rangkuman dialog Cak Nun bersama tujuh orang Jamaah Maiyah lainnya dalam menginternalisasikan peran forum Maiyah dalam keseharian hidup mereka. Dalam Forum Jamaah Maiyah yang tersebar di berbagai kota dengan codename Bangbang Wetan, Gambang Syafaat, Kenduri Cinta, Jamparing Asih, dan lainnya itu tidak ada guru dan murid. Semua orang adalah murid, sang penghendak ilmu. 

Maiyahan-sebutan lain untuk forum Maiyah-menjadi saat yang paling ditunggu-tunggu oleh Jamaah Maiyah. Suatu momen dimana mereka rela tanpa lelah dan terpaksa duduk selama lima hingga tujuh jam untuk berkumpul dan berpikir tentang topik yang disajikan. Bergantian, Cak Nun hadir sebagai narasumber beserta tokoh-tokoh lain. Kadang diiringi lantunan musik suguhan Kiai Kanjeng. 

'Orang Maiyah' membuktikan kapasitas Jamaah Maiyah sebagai penghasil karya buah pikiran yang bukan merupakan sebuah karangan. Penulis yang terlibat dalam buku ini menulis dengan tulus tanpa pretensi dan kebanggaan sebagai penulis. Cak Nun berperan sebagai editor yang mengurusi lalu-lintas naskah mereka. 

Bagi saya pribadi, dalam buku ini saya menjumpai statement penegas dari Cak Nun yang sama ada dalam buku Spiritual Journey. 

"Lebih baik saya nyolokin lombok rawit ke mulut orang Maiyah daripada duduk menerangkan dan mengurai panjang lebar tentang makna lombok kepada mereka"

Ini adalah satu bukti konsistensi Cak Nun dalam usahanya menggembleng mental orang Maiyah agar mau mentransferkan kembali ilmu yang telah mereka dapat ke jamaah lainnya. Dengan demikian, maka paripurna lah adanya orang Maiyah sebagai orang-orang yang ikhlas dan mau berpikir. 

Lima belas esai buah karya orang Maiyah ini mengajak kita agar memaknai hidup dari sudut pandang yang berbeda. Walaupun buku ini pernah diterbitkan dengan judul yang sama pada tahun 2007, tetapi relevansi kekinian dengan realita Maiyah tidak pernah berubah. Betapa Allah SWT dapat dicapai dengan ijtihad seperti yang dilakukan orang-orang Maiyah ini. 

Judul          : Orang Maiyah
Penulis       : Emha Ainun Nadjib
Penerbit      : Bentang Pustaka
Tahun         : 2015
Tebal           : 100 hal. 
Genre         : Agama Islam-Sosial Budaya


Bumi Asri, 25 Desember 2015. 

Rabu, 09 Desember 2015

Sebulan



Alhamdulillahirabbil'alamin. Nak, kini usiamu beranjak sebulan. Sebulan yang penuh dengan momen-momen penuh kenangan dan tidak boleh dilewatkan. Sayangnya, Bapak sudah hampir dua minggu tidak pulang.

Alde, Bapak tidak ingin jadi sentimentil setiap merayakan tanggal kelahiranmu. Hanya saja, Bapak terlalu bersemangat sehingga melakukan kesalahan penyebutan 'ulang tahun' yang seharusnya 'ulang bulan'. Begitulah kesalahan kecil Bapak. Barangkali, teman-teman Bapak di media sosial mafhum bahwa yang sempurna hanyalah Allah SWT. 

Sebulan usiamu kini, Nak. Tangismu makin kencang saja. Bapak sangat bersyukur bahwa pada saat acara syukuran Aqiqahmu, engkau sangat tenang dan hanya menangis seperlunya. Engkau tertidur pulas ketika jamaah pengajian bergiliran memotong rambutmu. Bapakpun tidak menyangka kalau kamu sudah punya struktur tulang punggung dan leher yang kuat. Begitu kata Ibu Paraji yang mencukur habis rambutmu keesokan harinya. Lagi-lagi, engkau hanya bisa tertidur pulas sebelum akhirnya menangis kencang ketika dimandikan. 

Tadinya, Bapak ingin mengaqiqahimu dengan memotong sendiri dua kambing itu lalu menyantap kambing guling bersama handai taulan dan segenap jamaah. Apa daya, Bapakmu ini belum lulus ujian potong ayam punya Kakek Haji. Ah, Bapak terlalu ingin begitu karena cerita Eyang Kakungmu. 

Kemarin, Ibu sempat mengirim fotomu yang sedang belajar tengkurap. Bapak tentu saja kaget. Namun, keraguan Bapak sirna setelah memperhatikan raut mukamu yang penuh usaha itu. Engkau tentu berusaha untuk kuat tengkurap. Bapak bisa lihat itu dari posisi tidurmu selama disinar di RS. Lagipula, kata Ibu Paraji kemarin, kamu sudah punya tulang yang kuat. Jadi, biar agak waswas Bapak tetap senang melihat kemajuan pertumbuhanmu. Semoga engkau terus kuat, Nak. 

Alde yang baik, tadi Ibu bilang bahwa kamu mulai sering menangis usai imunisasi kemarin. Bapak bisa bayangkan betapa kewalahannya Ibu. Sampai-sampai tidak ada waktu untuk mengangkat telepon dari Bapak. Ah, Nak. Andai Bapak ada disana, Bapak akan menggendongmu sambil menyanyikan lagu-lagu daerah yang Bapak kenal sewaktu kecil. Hela Rotane, O Ina Ni Keke, atau kamu mau Bapak nyanyikan Ilir-Ilir?

Baiklah, Nak. Bapak sudahi dulu surat ini. Tolong jaga Ibu ya, Nak. Bapak sebentar lagi pulang. 

Peluk hangat,


Bapak. 



Dharmawangsa, 9 Desember 2015

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...