Sabtu, 30 Januari 2016

Alasan-alasan Kagum Kepada Orang Indonesia


Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar sehingga tidak membutuhkan kebesaran. Orang yang masih mengejar kebesaran adalah orang yang masih kecil atau kerdil. Indonesia tidak pernah bernafsu terhadap kehebatan karena aslinya memang sudah hebat.

Ungkapan diatas termaktub dalam halaman 20-21. Agaknya, Cak Nun memang kagum betul dengan yang namanya Orang Indonesia. Sebelum membaca lebih jauh, perlu dibuat dulu batas konsensus sejauh mana pengertian Orang Indonesia menurut Cak Nun.

Pembaca tidak harus ambil pusing untuk hal ini karena Cak Nun memang sengaja tidak memberi batasan mana Orang Indonesia atau yang bukan. Tidak pula dibatasi apakah orang-orang yang mendiami bumi Nusantara sejak era Majapahit hingga masa Presiden SBY. Pokoknya, bila anda memang Orang Indonesia, sungguh betul anda-anda ini memang punya potensi besar untuk dikagumi oleh bangsa-bangsa lain di dunia. 

Pembacaan buku diawali dengan syair "Ilir-Ilir" yang dipopulerkan oleh Sunan Kalijaga. Barangkali, Cak Nun ingin pembaca memahami betul bahwa memang  Indonesia ini sudah hebat dari sono-nya.  Lir ilir tandure wis sumilir..

Maka, tak ada bangsa lain di dunia yang kewajiban rasa syukurnya melebihi bangsa Indonesia. Kata Koes Plus, kail dan jala cukup menghidupimu, tongkat dan kayu jadi tanamanan. 

Apalagi alasan yang anda temukan untuk tidak mengagumi orang Indonesia? Gunung-gunung disini hijau, sementara anda bisa hitung sendiri jumlah helai rumput kering yang ada di Jabal Musa Sang Kalimullah itu. Peradaban padi suku Jawa tidak ada tandingannya di dunia. Bukan karena mereka pemalas atau karena manajemen kebijakan pertanian pemerintah. Melainkan, orang Jawa tidak perlu cemas: sewaktu-waktu bisa menanam padi sambil tidur dan memaneninya sambil mengantuk. Sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas anugerah alam subur dari-Nya. 

Indonesia tidak pernah kekurang stok pemimpin. Disini stok pemimpin berlimpah. Bila negara kita disebut sedang mengalami krisis, itu adalah semacam tawadlu sosial, sikap yang menghindarkan diri dari sikap sombong. Begitulah orang Indonesia bersikap demikian agar diremehkan oleh bangsa lain. Bahwasanya, kita punya prinsip religius bahwa semakin direndahkan manusia, semakin tinggi derajat kita dihadapan Allah SWT. 

Bangsa Indonesia adalah bangsa bibit unggul, bangsa garda depan, bangsa besar yang tak butuh kebesaran. Bangsa Indonesia bukan bangsa pemalas. Justru, dunia besar karena Indonesia karena Indonesia adalah kapten kesebelasan dunia.

Semua sifat dan potensi orang Indonesia bisa sangat positif dalam menyongsong masa depan. Lebih-lebih ketika sedang memasuki tahap lingsir wengi alias kegelapan total di berbagai bidang. Maka bila suatu saat nanti muncul ramalan sirnanya NKRI, niscaya pertolongan Tuhan akan hadir dengan cara yang tidak disangka-sangka, berdasarkan melimpahnya "setoran" rakyat Indonesia kepada Tuhan berupa kesengsaraan, keputusasaan, dan derita yang tak sudah-sudah. 

Buku ini dengan gamblang dan apa adanya, mengungkapkan sisi-sisi yang justru tidak pernah jadi hal positif bagi manusia Indonesia. Dengan pendekatan komedis dan (sedikit) sinis, Cak Nun mengabadikan pandangan, harapan, bahkan juga parodi tentang sisi-sisi kualitatif manusia Indonesia. Sisi-sisi yang jarang mendapat ekspos tentang bagaimana manusia Indonesia menyikapi dirinya.

Judul      : Kagum Kepada Orang Indonesia
Penulis    : Emha Ainun Nadjib
Penerbit   : Bentang Pustaka
Tahun      : 2015
Tebal       : 78 hal. 
Genre      : Sosial-Budaya

Cipayung, 28 Januari 2016.

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...