Jumat, 16 November 2012

The Chronicles of Bankir Sesa(a)t: Dibenci Bos, Dimaki Nasabah

Catatan Seorang Kolumnis Dadakan

Selalu menyenangkan untuk mengetahui kisah hidup orang lain. Apalagi bila didalamnya terselip semacam duka dalam suka. Begitulah, @ichanx a.k.a Muhammad Ihsan menjalani kehidupan sehari-hari pasca penempatan pekerjaan di Tarakan. Sebuah pulau di bagian utara Kalimantan, tempat dimana Jepang pertama kali mendarat di Indonesia tahun 1942. Apakah ada hubungan diantara keduanya?



Banyak tawa dalam buku ini namun tidak sedikit pula catatan yang bisa dijadikan sebagai bahan renungan. Cerita-cerita khas pekerja kantoran menjadi bumbu segar yang menjadikan buku ini worth reading bagi kita yang sudah bosan dengan rutinitas pekerjaan yang begitu-begitu saja.

Baca saja kelakuan @ichanx yang "kabur" pada saat jam kerja dengan alasan melakukan pengecekan mesin ATM, untuk kemudian bersantai-santai. Simak pula penuturan @ichanx soal foto dirinya yang menghiasi kolom harian media cetak lokal. Belum lagi, kelakuan yang tak lazim bagi nasabah pemegang kartu. @ichanz sengaja menamai dirinya di kartu itu dengan julukan maha dahsyat. Penasaran? Sila baca sendiri. Temukan juga alasan dibalik kebodohan dan kesenangan dari @ichanx si Bankir Sesa(at) ini sehingga dibenci bos dan dimaki nasabah

At last, bagian paling menyentuh dari semua tulisan yang sempat mampir dulu di blog @ichanx sebelum dibukukan ini adalah cerita perpisahan ketika @ichanx memutuskan untuk berhenti kerja. Saya bisa bayangkan bagaimana suasana haru di kantor @ichanx saat itu. *been there also* Pengalaman seperti itu menunjukkan betapa berharganya sebuah hubungan baik. Tanpa ada hubungan yang baik tak akan ada perpisahan yang mengharu biru. *mulai lebay*.


Judul        : Bankir Sesa(a)t: Dibenci Bos, Dimaki Nasabah
Penulis      : Ichanx
Penerbit    : GagasMedia
Tahun       : 2008
Tebal        : 192 hal.
Genre        : Memoar

Ciomas-Paninggilan, 11 November 2012.

Tidak ada komentar:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...